Tekstual, Praktik Wacana dan Sosiokultural Teks Berita Kriminal

Tekstual, Praktik Wacana dan Sosiokultural Teks Berita Kriminal – Hasil penelitian adalah RPP bermanfaat sebagai skenario pembelajaran yang dapat dikembangkan di sekolah sebagai media alternatif pembelajaran visual, dan pembelajaran sangat membantu dalam mendorong dan memotivasi siswa.

Tekstual, Praktik Wacana dan Sosiokultural Teks Berita Kriminal

kabarlinux.id – Kata kunci: teks kriminal, teks, praktik wacana, analisis wacana Ringkasan Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menganalisis teks berita dengan menggunakan analisis wacana kritis, yang terdiri dari tiga aspek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks wacana, wacana, dan praktik sosial budaya wacana berita kriminal selama periode S.K.H Rader Lampung Januari-September 2015 dan sebagai media alternatif pembelajaran menulis teks eksibisi di Indonesia. menjelaskan perkembangannya.

Baca Juga : Mengenal Lebih Luas Tentang Teks Berita Harian Terbaru

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan model analisis wacana kritis Norman Faiclough. Temuan berupa rencana pelaksanaan pembelajaran dijadikan sebagai skenario pembelajaran yang dapat dikembangkan sekolah sebagai media pembelajaran alternatif. Penelitian ini sangat membantu dalam meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa.

Bahasa sebagai alat komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kridalaksana (2008: -24) mengemukakan bahwa bahasa adalah suatu sistem lambang fonetik yang digunakan anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi satu sama lain.

Dalman (2011: 1), di sisi lain, berpendapat bahwa bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh semua individu dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Dallmann mengatakan bahwa bahasa kadang-kadang disebut unit bicara, dan diproduksi oleh alat bicara manusia sebagai simbol fonetik dengan unit makna lengkap yang arbitrer.

Selain itu, Dallmann juga berpendapat bahwa bahasa merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia dan fungsinya sebagai alat komunikasi. Karena kajian bahasa menarik untuk kita pelajari lebih lanjut. Dapat bersikap baik dengan makhluk sosial lainnya.

Berbicara dengan sebuah masalah dalam komunikasi, perlu juga untuk diketahui bahwa ada dua macam jenis dalam sebuah komunikasi, lisan dan tulisan, dan kedua jenis komunikasi ini adalah aspek kompetensi bahasa. Seperti yang kita ketahui ada empat aspek kemampuan berbahasa yang umumnya kita kenal: mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.

Ke empat aspek keterampilan ini yang wajib diketahui siswa dan menjadi sangat penting dipelajari di sekolah karena setiap aspek keterampilan berbahasa ini memiliki kaitan yang sangat erat. Selanjutnya setiap keterampilan itu erat pula berhubungan dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa, bahasa yang dihasilkan seseorang dapat mencerminkan pikiran serta prilakunya.

Semakin terampil untuk seseorang dapat berbahasa, maka semakin cerah dan juga jelas pula jalan sebuah pikirannya. Ketiak sebuah Keterampilan hanya bisa diperoleh dan juga dapat dikuasai oleh seseorang dengan sebuah jalan praktik dan juga dapat memperbanyak latihan, ini berarti strategi belajar bahasa telah berubah sehingga perlu pemahaman dan penanganan yang serius dari guru, disamping perubahan cara pendekatan kepada siswa, seorang guru juga harus memperbaharui media ajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga nantinya siswa lebih tertarik mengikuti proses belajar karena bantuan dari media yang digunakan oleh guru tadi.

Pembelajaran juga menuntut pengembangan dalam hal media pembelajarannya sehingga nantinya siswa lebih tertarik lagi untuk belajar mengenai bahasa, dengan kata lain dalam pendekatan memerlukan metode, kemudian metode di implementasikan dalam bentuk teknik pengembangan media pembelajaran. Secara khusus dalam penelitian ini, penulis menggabungkan pengembangan media pembelajaran ke dalam penulisan teks ekshibisi dengan menggunakan SKH Radar Lampung (Media Massa Cetak), salah satu program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Terbatas.

Satu media cara lain asal belajar yg bisa dipakai pengajar & siswa. Seperti yg kita ketahui kiprah media massa baik cetak juga elektronika begitu akbar pengaruhnya pada kehidupan kita, bukan hanya sekedar menaruh hiburan, tetapi media massa jua berperan akbar pada menaruh berita tentang konflik yg terjadi baik diluar negeri juga pada negeri contohnya konflik yg menyangkut ekonomi, sosial, budaya, kriminal, aturan & tidak ketinggalan keterangan terkait gosip-gosip politik yg sedang hangat dibicarakan rakyat luas.

Mengapa SKH Radar Lampung yg penulis pilih menjadi media yg sebagai subjek kajian sekaligus menjadi keliru satu alternartif kajian pengembangan media pembelajaran menulis teks, terpilihnya SKH Radar Lampung menjadi subjek pada penelitian ini lantaran SKH Radar Lampung adalah koran harian yg paling acapkalikali memuat keterangan tentang kriminal & keterangan kriminal merupakan keterangan yg penulis anggap paling cocok dijadikan menjadi model penulisan teks eksposisi pada sekolah, itu ditimbulkan lantaran merujuk dalam rumus 5w+1h pada menulis keterangan yaitu What (Apa), When (Kapan), Where (Dimana), Who (Siapa), Why (Mengapa) & How (Bagaimana), kelima rumus inilah yg adalah karakteristik-karakteristik teks eksposisi & keterangan kriminal merupakan keterangan yg paling cocok bila dihubungkan menggunakan penulisan teks eksposisi. Berdasarkan perkiraan itu, maka penulis anggap hal inilah yg menarik buat diteliti lebih lanjut & dijadikan menjadi keliru satu cara lain pengembangan media pembelajaran menulis teks eksposisi.

Mengubah teks deskriptif ke dalam format lain sesuai dengan struktur dan konvensi teks lisan dan tulis. 3.6 Ringkasan lisan dan tertulis dari teks laporan observasi. 4.6 Menerjemahkan teks laporan hasil observasi ke dalam bentuk lain, baik lisan maupun tulisan, sesuai dengan struktur dan kaidah teks. Seiring dengan perkembangan kurikulum, pemahaman kita tentang proses pembelajaran bergeser dari disuruh kepada siswa menjadi memahami mereka. Penelitian ini mengkaji bagaimana teks berita dianalisis untuk menentukan seberapa baik pembaca dapat menyusunnya.

Dalam hal ini sejalan dengan menulis teks ekshibisi sesuai dengan keterampilan dasar yang telah diuraikan di atas. Pada umumnya istilah teks dan wacana mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, namun selama ini kita hanya sering mendengar istilah tersebut dan tidak mengetahui kedua istilah tersebut. Kridalaksana (2008: 173) menyatakan bahwa teks adalah satuan kebahasaan yang mengandung pokok bahasan dan juga terhadap perkembangannya. Beberapa Pendapat yang lain juga datang dari Keraf. Pendapat Keraf lebih suka menggunakan istilah alenia untuk merujuk pada teks. Wacana, unit bahasa yang paling lengkap, adalah unit gramatikal tertinggi atau terbesar dalam hierarki gramatikal.

Dapat dikatakan bahwa hubungan antara media massa dan berita sangat erat. Keduanya saling mendukung satu sama lain, teks berita memerlukan wadah untuk tempat tercurahnya tulisan dari penulis, untuk itu teks selalu membutuhkan media massa untuk selalu melingkupinya. Lalu dalam hal ini kaitanya dengan pengembangan media pembelajaran maka hasil penelitian ini berupa rencana pelaksanaan pembelajaran diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai objek yang ditujukan untuk dapat menghasilkan suatu ide pemanfaatan media koran (media cetak) sebagai salah satu alternatif media sumber belajar yang dapat bermanfaat khususnya dalam proses pembelajaran menulis teks eksposisi di SMA, dan pemanfaatan media ini sebagai salah satu alternatif sumber belajar dapat memberikan stimulus yang baik bagi para pengajar (guru) dan siswa sehingga nantinya dapat menjadi umpan balik yang baik bagi keduanya dan tujuan belajar yang akan ditargetkan dapat dicapai secara maksimal inilah yang dikatakan salah satu alternatif bahan pengembangan media pembelajaran menulis teks eksposisi.

Dalam hal ini dipilihnya jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) karena pada tingkat ini daya nalar dan pemikiran seseorang telah dewasa dalam hal itu tentunya juga termasuk daya kritisi seseorang tentang suatu teks berita yang menarik hati masyarakat ramai dianggap telah matang. Serta nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi siswa untuk menambah wawasan dalam menulis.

Sejalan dengan penelitian ini, penulis melihat kembali penelitian-penelitian sebelumnya sebagai salah satu sumber informasi dasar untuk penelitian-penelitian yang kemudian penulis ulas, dan penelitian-penelitian sebelumnya dimaksudkan untuk membantu penulis memecahkan masalah, dan dapat digunakan sebagai dasar. Dukungan untuk membandingkan hasil survei yang dilakukan. Studi ini didasarkan pada karya sebelumnya yang dianggap relevan dengan karya selanjutnya oleh penulis.