Penggantian Nama-nama Jalan Di Jakarta

Penggantian Nama-nama Jalan Di Jakarta

Penggantian Nama-nama Jalan Di Jakarta – Pada hari Senin tanggal 23 Juni, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies baswedan telah meresmikan penggantian nama jalan di Jakarta. Nama-nama jalan yang baru ini diambil dari para tokoh Betawi dan Jakarta dengan tujuan mengabadikan nama para tokoh ini. Dan sekaligus menjadikan Jakarta sebagai ‘museum peradaban’. Pergantian beberapa nama ini berdasar pada Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 565 Tahun 2022 mengenai Penentuan Nama Jalan, Gedung, dan Zone degan Nama Figur Betawi dan Jakarta. keputusan ini diberi tanda tangan oleh Gubernur Anies Baswedan pada 17 Juni 2022.

Diantara nama-nama jalan yang di ganti diantaranya.

1. Jalan Buntu dirubah jadi Jalan Raden Ismail
2. Jalan Tanah Tinngi 1 gang 5 dirubah jadi Jalan A Hamied Arief
3. Jalan Senen Raya dirubah jadi Jalan H Imam Sapie’ie
4. Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan dirubah menjadi Jalan H M Saleh Ishak
5. Jalan Rawa Buaya dirubah menjadi Jalan Guru Ma’mun
6. Bantaran Setu Babakan Barat dirubah menjadi Jalan H Rohim Sa’ih
7. Jalan Warung Buncit Raya dirubah menjadi Jalan Hj Tutty Alawiyah
8. Bantaran Setu Babakan Timur dirubah menjadi Jalan KH Ahmad Suhaimi
9. Jalan SMP 76 dirubah menjadi Jalan Abdullah Ali
10. Jalan Cikini VII dirubah menjadi Jalan Tino Sidin
11. Jalan Depan Taman Muara Angke dirubah menjadi Jalan Mualim Teko
12. Jalan Jalan BKT sisi barat dirubah menjadi Jalan Rama Ratu Jaya
13. Jalan raya Bambu Apus dirubah menjadi Jalan Mpok Nori
14. Jalan Budaya dirubah menjadi Jalan Entong Gendut

Dan beberapa nama jalan lainnya. Selain nama-nama jalan Gubernur Anies Baswedan juga mengganti beberapa nama gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB). Berikut nama –nama gedung yang di ganti namanya.

1. Gedung PPSB Jakarta Timur dirubah menjadi Gedung Kisam Dji’un
2. Gedung PPSB Jakarta Pusat dirubah menjadi Gedung Muhammad Mashabi
3. Gedung PPSB Jakarta Barat menjadi Gedung KH Usman Perak
4. Gedung PPSB Jakarta Selatan dirubah Menjadi Gedung H Sa’aba Amsir
5. Gedung PPSB Jakarta Utara dirubah menjadi Gedung Aki Tirem

Meski sudah diresmikan perubahan nama-nama jalan ini menimbulkan protes dari sejumlah warga. Warga menilai merepotkan karena harus mengubah dokumen administrasi mereka. Seperti sejumlah warga yang berada di kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, mereka memprotes atas perubahan sejumlah nama-nama jalan yang ada di beberapa lokasi di Ibu Kota. Warga mengeluhkan susahnya mengganti nama pada dukumen-dokumen mereka. seperti sertifikat rumah, SIM, dan STNK. Menaggapi keresahan warga Walikota Jakarta Pusat menyampaikan bahwa perubahan nama jalan sudah terintregrasi dengan data kependudukan secara otomatis, dan data pelayanan-pelayanan lainnya.

Berbeda dengan warga Kelurahan tanah Tinggi. Warga yang tinggal di cengakareng, Jakarta barat. Mulai melakukan perubahan pada dokumen kependudukan mereka sebagai imbas dari digantinya nama Jalan Raya Rawa Buaya menjadi jalan Guru Ma’mun. Warga menilai layanan jemput bola yang dilakukan pemetrintah cukup membantudalam pengurusuan perubahan data dokumen yang di butuhkan. Kepala dukcapil mengatakan masyarakat yang datang untuk melakukan perubahan hanya perlu membawa KTP Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak atau KIA yang lama untuk kenmudian diganti dengan yang baru. Sementara untuk masyarakat yang mempunyai kendala medis atau tidak bisa datang ke posko pelalayanan, pihak Dukcapil atau RT/RW setempat akan membatu dengan mengantarkan secara langsung kerumah warga.