Dua Sisi Kenaikan Harga Cabai

Dua Sisi Kenaikan Harga Cabai

Dua Sisi Kenaikan Harga CabaiHarga cabai yang terus naik dikeluhkan hampir seluruh masyarakat Indonesia. Cabai merupakan kebutuhan pokok hampir seluruh masyarakat. Terutama mereka yang membuka usaha warung makan. Dimana cabai harus selalu tersedia dalam menu masakan mereka. Harga cabai yang semakin tinggi jelang hari Raya Idul Adha semakin dikeluhkan masyarakat. Apalagi kenaikan ini juga di barengi demgan kenaikan harga sayuran lainnya, seperti bawang merah. Pedagang yang berjualan dipasar juga mengeluhkan kenaikan harga cabai. Kenaikan harga cabai ini memebuat pelanggan cabai mengurai pembelian mereka. Sehingga mengakibatkan omset para penjual cabai ikut mengalamai penurunan.

Seperti pantauan disalah satu pasar tradisional yang ada di Surabya, Jawa Timur. Harga sayuran di pasar tradisional seperti cabai, bawang merah, dan tomat mengalami kenaikan. Tomat yang awalnya dijual dengan harga 5 ribu rupiah perkilonya, kini dijual dengan harga 25 ribu rupiah perkilonya. Bawang merah yang awalnya dijual dengan harga 30 ribu rupiah perkilonya, saat ini dijual dengan harga 60 ribu rupiah perkilonya. begitu juga harga cabai yang mencapai 110 ribu rupiah perkilonya. Selain itu timun, kubis dan kol juga terpantau mengalami kenaikan harga.

Hal yang sama juga terjadi di salah satu pasar tradisional yang ada di daerah bogor, Jawa barat. Harga sayuran terutama cabai dan bawang merah terus mengalami kenaikan. Harga cabai merah yang awalnya dijual dengan harga 50 ribu rupiah perkilonya, kini dijual dengan harga 120 ribu rupiah perkilonya. Sementara harga bawang merah yang awalnya 30 ribu perkilonya naik hingga mencapai harga 60 ribu rupiah perkilonya. Kenaikan harga ini berimbas menurunnya daya beli masyarakat. Yang mengakibatkan para pedagang di pasar tersebut mengalami kerugian hampir empat puluh persen, karena menurunnya omset.

Dua Sisi Kenaikan Harga Cabai

Para pembeli dan pedagang ini pun berharap kepada pemerintah, untuk bisa segera menurunkan harga sayuran yang mengalami kenaikan. Karena selain harga sayuran yang mengalami kenaikan, harga sembako juga mengalami kenaikan.

Berbeda dengan para pedagang dan pembeli di pasar tradisional yang mengeluhkan kenaikan harga cabai dan sayuran lain. Petani cabai malah menyambut gembira adanya kenaikan harga cabai di pasaran. Misalnya para petani yang ada di desa Kedungrejo Kecamatan Rowokangkung, Lumajang, Jawa Timur. Para petani mengatakan dalam sekali panen yang dilakukan setiap sepuluh hari sekali. Mereka bisa memanen cabai hingga lebih dari 200 kilogram cabai. Sementara cabai hasil panennya bisa mereka jual dengan harga 57 ribu rupiah perkilonya.

Begitu juga dengan para petani di daerah Kendal. Harga cabai yang normalnya dijual dengan kisaran 40 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah, kini bisa dijual dengan harga mencapai 73 ribu rupiah. Kenaikan harga cabai ini dipicu karenakondisi cuaca yang tidak menentu sehingga memepengaruhi kualitas cabai.

Sama halnya dengan petani yang berada di Lumajang dan Kendal. Para petani yang berada di daerah Sukabumi, Jawa Barat, juga ikut berbahagia dengan naiknya harga cabai di pasaran. Saat ini cabai dari hasil panen mereka bisa dijual dengan harga diatas 50 ribu rupiah perkilonya. Meskipun para petani senang dengan adanya kenaikan harga yang mereka jual ke tengkulak. namun Para petani di Sukabumi justru mengalami kesulitan untuk menghasilkan buah cabai dengan maksimal karena adanya ancaman hama Antraknosa (hama patek). Yaitu hama penyakit tanaman yang bisa mengakibatkan kerugian hingga gagal panen.