Berita

Resmi! Microsoft Umumkan Peramban Edge Berbasiskan Chromium Akan Hadir pada Sistem Operasi Berbasiskan Linux

Tak sekali dua kali, Microsoft mengejutkan para penggiat sumber kode terbuka dengan terobosan-terobosan untuk meyakinkan bahwa Microsoft benar-benar mencintai Linux. Seperti yang kita ketahui, Microsoft mengumumkan untuk membeli platform git yaitu Github serta membuat sebuah alat yang dinamakan Windows Subsystems Linux (WSL) yang menggunakan kernel linux pada sistem operasi Windows 10.

Pada konferensi Ignite 2019, Microsoft mengumumkan secara resmi bahwa Edge, peramban yang dibuat oleh Microsoft sebagai pengganti Internet Explorer pada Windows 10 akan secara resmi hadir pada sistem operasi yang berbasiskan Linux. Sebenarnya, Microsoft mulai menaruh perhatian pada proyek sumber kode terbuka Chromium sejak akhir tahun 2018. Hal ini dilakukan Microsoft untuk meningkatkan performa, mengurangi fragmentasi untuk para pengembang web serta meningkatkan kompabilitas peramban.

Untuk saat ini, status pengembangan dari peramban Edge yang akan hadir di sistem operasi berbasiskan Linux sendiri masih dalam tahap kandidat rilis serta tersedia hanya dalam versi MacOs dan Windows. Untuk tanggal rilis, Microsoft mengatakan pada tanggal 15 Januari 2020, Edge akan tersedia untuk umum (namun jangan berharap bahwa Edge akan langsung tersedia pada sistem operasi berbasiskan Linux). Microsoft sendiri belum secara detail menjabarkan tanggal tersedianya Edge pada sistem operasi berbasiskan Linux. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah hanya sabar menunggu dan berdoa semoga akan segera keluar untuk pra-rilis dari Edge dan tidak hanya sebagai wacana untuk meyakinkan bahwa Microsoft benar-benar mencintai dan berkomitmen untuk berkontribusi pada sumber kode terbuka.

Dominasi Mesin Peramban Chromium

Perlu diketahui bahwa, Chromium adalah sebuah proyek sumber kode terbuka dari The Chromium Project yang me-tenagai peramban Google Chrome. Dengan dirilisnya peramban Edge yang berbasiskan Chromium maka hal ini menyebabkan sebuah permasalahan baru yaitu Dominasi dari mesin Chromium itu sendiri. Dominasi mesin Chromium sendiri akan mencapai 90% dari total seluruh pengguna dan diikuti beberapa persen dari Firefox di tingkat kedua.

Selain dari angka dominasi, stagnansi juga akan terjadi pada inovasi-inovasi teknologi peramban karena kurangnya kompetisi antar peramban yang ada serta yang lebih menakutkannya lagi adalah adanya resiko kontrol dari Google yang dapat menyerang kompetitor dalam membuat produk-produk terbaru pada peramban milik mereka sendiri.

Penggiat proyek sumber kode terbuka
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top