Free Software Open Source Software

Proyek Ambisius, Aplikasi Pendesain Mockup ‘Akira’

Sistem operasi GNU/Linux adalah sistem operasi general purpose atau bisa disebut juga sistem operasi yang bisa digunakan untuk apapun. Di zaman kekinian, hampir semua distribusi GNU/Linux cocok untuk para pemrogram aplikasi, pengelola sistem (sysadmin), seniman digital, komikus, animator, dan pemain gim (game).

Meskipun disebut general purpose, ada beberapa fungsi yang tak sempurna—​jika dibandingkan dengan sistem operasi lain—​sehingga terkesan membuat kata “general purpose” itu cacat. Contohnya, pemain gim yang tidak dapat memainkan beberapa judul. Meskipun begitu secara keseluruhan, perkembangan gim untuk GNU/Linux terus meningkat, apalagi gim-gim yang selama ini eksklusif untuk Windows bakal bisa dimainkan di GNU/Linux.

Kasus lain. Di industri kreatif, terutama di dunia desain mendesain aplikasi, GNU/Linux mungkin lemah. Bukan …​ maksud saya buka mendesain antar muka seperti menggunakan Glade dan Qt Creator, tetapi lebih pada mendesain mockup atau desain aplikasi sebelum diterapkan dalam bentuk kode.

Karena kekurangan itu, seorang pengembang asal Kanada meluncurkan proyek bernama Akira—​perangkat lunak yang disebut sebagai Perkakas Desain (untuk) Linux atau The Linux Design Tool.

Alessandro Castellani sebagai inisiator proyek ini adalah pengguna GNU/Linux (elementaryOS) aktif. Ia mengakui, lingkungan GNU/Linux belum mengizinkan desainer untuk produktif dan kompetitif dengan dunia yang didominasi oleh aplikasi proprietari yang modern, andal, dan cepat untuk Windows dan macOS. Akira ingin mengubah situasi itu. Castellani percaya, Akira akan memberikan kebebaskan kepada para desainer yang ingin menggunakan perkakas open-source.

Castellani
Gambar 1. Alessandro Castellani (GitHub)

Dalam wawancaranya bersama Libre Graphics World, ia mengatakan, “Saya selalu ingin memiliki perkakas desain UX yang layak di Linux, tetapi aplikasi yang ada sekarang sudah kedaluwarsa, dengan tampilan tak intuitif, dan benar-benar bekerja dengan cara berbeda dibanding aplikasi alternatif seperti Sketch, Figma, atau Adobe XD.”

Jadi, lebih konkritnya, Akira itu untuk apa?

Akira lebih ditujukan untuk mendesain antar muka web dan aplikasi mobile. Mirip seperti Sketch, Figma, atau Adobe XD, tetapi berjalan alami (native) di GNU/Linux.

Kalau dibandingkan dengan Glade dan Qt Creator? Beda. Glade dan Qt Creator ditujukan untuk mendesain antar muka sekaligus men-generate kode tampilan untuk kemudian disisipkan kode-kode bagaimana alur kerja aplikasi berjalan. Akira sendiri hanya ditujukan untuk mendesain antar muka secara umum sebelum diimplementasikan dalam bentuk kode.

Pengembang menyebut Akira sebagai alat untuk membuat mockup, visualisasi, dan grafik vektor.

Lalu bagaimana dengan Inkscape? Inkscape lebih fokus pada desain-desain produk cetak. Membikin sebuah antar muka aplikasi dengan Inkscape adalah hal memungkinkan, tetapi itu bukan spesialisasi aplikasi itu sendiri.

Akira menawarkan alur kerja (workflow) yang lebih mudah ketika dipakai untuk mendesain antar muka atau mockup dibandingkan dengan aplikasi pengolah vektor seperti Inkscape.

Lebih teknis lagi, dong!

Kode sumber Akira dapat diperoleh melalui Github. Ia adalah proyek FLOSS (Free/Libre Open Source Software) yang dirilis dengan lisensi GPLv3.

Akira sebetulnya proyek lama. Pada tahun 2017, ia lahir sebagai perangkat lunak berbasis Qt. Namun, Qt dianggap tidak intuitif. Kepada Libre Graphics World, pengembang mengungkapkan, ketidakintuitifan Qt dicerminkan pada teknologi QML. “QML adalah desain antar muka yang bagus tetapi ia sangat ketat dan menyusahkan bagi saya untuk menghandel beragam sinyal, slot, dan integrasi Cpp.”

Ia juga membandingkan bagaimana Cpp, bahasa di balik teknologi Qt, lebih susah daripada C, bahasa di balik teknologi Vala dan GTK. “Saya mencoba untuk menggunakan Cpp selama setahun dan saya tak dapat mengingat satupun. Hanya perlu belajar Vala dua bulan dan saya dapat meluncurkan aplikasi pertama saya.”

Akira
Gambar 2. Mockup Akira

Desain aplikasi Akira mengikuti HIG (Human Interface Guidlines) elementaryOS yang juga mirip dengan desain milik macOS. Memberikan pengalaman seperti di macOS bukanlah tindakan latah, tuturnya, sebagai arsitek UX ia paham mengapa sebuah antar muka sukses atau gagal.

Penggalangan dana

Proyek Akira sangat ambisius. Target mereka, setelah empat bulan pengembangan, versi stabil pertama Akira sudah dapat dinikmati, meskipun mungkin bisa saja waktunya molor. “Akira tetap akan ada, entah sukses atau tidak, kami akan tetap membangun Akira,” jelasnya. “Bedanya, kami akan merilis versi pertama dalam satu atau dua tahun, alih-alih 4 bulan.”

Untuk merealisasikan hal tersebut, pada tanggal 17 Januari 2019, Castellani mengumumkan penggalangan dana (crowdfunding) lewat laman Kickstarter.com. Dari target 48.800 USD, mereka sudah memperoleh 12.214 USD dengan 423 pendonor (backer) hingga artikel ini turun.

Untuk pembiayaan selanjutnya—​di luar Kickstarter—​pengembang akan membuka akun Patreon dan PayPal.

Jika Anda tertarik ikut mendanai pengembangan Akira, silakan rujuk halaman Kickstarter.com.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

3 comments on “Proyek Ambisius, Aplikasi Pendesain Mockup ‘Akira’

  1. Daffa Gifari Akmal says:

    Mantap lah, salam open source !!!

  2. se7entime says:

    Semoga semakin banyak aplikasi desktop yang pakai semisal GTK+ (atau Qt) alih-alih versi web yang dijadiin aplikasi ‘desktop’

  3. Kawista says:

    Proyeknya benar-benar ambisius dan sangat mungkin pendanaannya tidak akan mencapai target (kecuali ada suatu keajaiban terjadi). Tapi, masalah yang ditangani memang cukup besar sih, soalnya belum ada software yang mudah dan khusus untuk membuat mockup yang tersedia untuk GNU.

    Untungnya sih ini masuk kategori FLOSS, jadi walau mungkin tidak selesai dalam 4 bulan, bisa jadi tidak akan memakan waktu sampai 2 tahun juga. Berharap yang terbaik aja deh buat Akira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top