Distro Linux Mint

Linux Mint 19.1 Tessa Sediakan Tiga Edisi, Hadirkan Banyak Pembaruan

Distribusi GNU/Linux untuk pemula sungguh banyak. Satu yang populer adalah Linux Mint, distribusi berbasis Ubuntu dengan pengalaman pengguna (UX) yang mudah. Beberapa bulan terakhir, Clement Lefebvre dan pengembang lain membangun Linux Mint 19.1 Tessa sebagai rilis pembaruan pertama untuk seri 19.

Tepat pada 19 Desember 2018, sebagai pimpinan pengembangan, Lefebvre meluncurkan Linux Mint 19.1 Tessa final baik edisi Cinnamon, MATE, maupun Xfce. Tessa merupakan rilis long term yang akan didukung selama lima tahun—​sampai tahun 2023.

Linux Mint

“Linux Mint 19.1 adalah rilis long term yang akan didukung sampai 2023. Ia hadir dengan pembaruan perangkat lunak, peningkatan, serta banyak fitur baru untuk menjadikan desktop Anda semakin nyaman dipakai,” ujar Lefebvre beberapa hari lalu.

Linux Mint 19.1 edisi Cinnamon membenamkan desktop environment Cinnamon 4.0 dengan layout panel baru. Layout panel tersebut memperkenalkan daftar jendela dengan grup yang dikelompokkan dan pratinjau jendela (window preview). Fitur kedua mengikuti tren pada sistem operasi lain, termasuk macOS, Windows, dan distribusi Ubuntu.

Dengan panel anyar, pengguna dapat mendefinisikan ukuran ikon yang berbeda pada setiap tiga zona panel. Ukuran ikon yang dimaksud adalah 16px, 22px, 24px, 32px, 48px, hingga 64px. Penggunaan ukuran ini fleksibel, dapat diatur agar sesuai dengan ukuran panel atau yang penting optimal. Dialog setelan panel juga lebih modern tetapi bagi pengguna yang masih belum ingin beranjak, ada tombol untuk mengubah dialog ke versi lawas.

Desktop Cinnamon 4.0 juga membawa manajer berkas Nemo yang memiliki performa jauh lebih bagus setelah pengembang mengoptimasi kodenya. Pengembang bilang, Nemo terkini tiga kali lebih gesit.

Tidak ada pembaruan khusus pada Linux Mint 19.1 Tessa edisi MATE dan Xfce, keduanya ditambah edisi Cinnamon membawa peningkatan Update Manager yang kini dapat menampilkan daftar kernel dan sampai kapan ia akan dipelihara serta membenamkan tombol untuk memudahkan menghapus kernel lawas tak terpakai. Perkakas pengelola Software Source juga mendapatkan perhatian. Sekarang tampilannya mirip dengan Welcome Screen. Input Methods juga diperbarui dengan tampilan yang lebih segar.

Pembaruan lain terlihat pada XApps yang terdiri dari Xreader, editor Xed, serta LibXApp yang menghadirkan empat widget anyar; XAppStackSidebar, XAppPreferencesWindow, XAppIconChooserDialog, dan XAppIconChooserButton.

Di samping menghadirkan kernel Linux 4.15.0-20 dan linux-firmware 1.173.2, ketiga edisi membenamkan pembaruan tema Mint-Y.

Upgrade dari 19 ke 19.1

Pengguna Linux Mint 19 dapat langsung memutakhirkannya ke rilis 19.1 dengan langkah:

(1) Buat snapshot sistem lebih dahulu menggunakan Timeshift untuk berjaga-jaga jika ada hal yang tidak diinginkan (proses upgrade terputus dll).
(2) Matikan screensaver dan mutakhirkan lebih dahulu Cinnamon spices dari System Settings.
(3) Jalankan Update Manager, klik pada tombol Refresh untuk memeriksa pembaruan yang tersedia. Jika Update Manager ingin memperbarui paket, langsung perbarui saja. Untuk meng-upgrade jalankan System Upgrade dengan mengklik Edit→Upgrade to Linux Mint 19.1 Tessa lalu ikuti instruksi pada dialog.
(4) Reboot sistem.

Simak artikel ini sebagai sumbernya.

Citra ISO Linux Mint 19.1 Tessa sendiri dapat diunduh melalui linuxmint.com.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top