Berita Distro Event Laporan Khusus openSUSE

Keseruan openSUSE Asia Summit 2019 di Hari Pertama

Pada tulisan kali ini, penulis berkesempatan untuk mengulas betapa serunya hari pertama di acara openSUSE Asia Summit 2019 yang diadakan di Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Udayana, Bali.

Sebagai ajang tahunan yang diadakan oleh komunitas openSUSE, acara ini tidak hanya membahas seputar aplikasi atau sistem ataupun keamanan yang dimiliki sistem operasi openSUSE tapi juga membahas mengenai hal-hal non teknis lainnya seperti kondisi komunitas openSUSE ID dan apa yang akan dilakukan selanjutya (Materi ini dibawakan oleh anggota openSUSE Indonesia yaitu Bp. Edwin Zakarian) serta mengenal apa itu GNOME A11Y (Materi ini dibawakan oleh Bp. Yudi Isatrio).

Pada hari pertama ini, kurang lebih terdapat 300+ peserta dan 50+ pembicara turut hadir dalam pembukaan acara ini di aula Suastika yang berada di lantai 4 Gedung Teknologi Informasi. Pada ruangan di depan Aula Suastika, kita nantinya akan disambut dengan 3 booth yang menarik dari openSUSE ID, Simplify 8 Inc serta MyCOOP (Aplikasi pembayaran resmi yang digunakan pada acara openSUSE Asia Summit 2019 ini).

Acara ini sendiri dimulai tarian tradisional yang dibawakan oleh Mahasiswi Universitas Udayana Bali dan dilanjutkan dengan sepatah dua kata dari perwakilan pihak kampus serta perwakilan panitia dan openSUSE lalu menariknya lebih lagi (bukan souvenir atau goodie bag yang didapatkan peserta/pembicara lo) adalah pada acara ini, sempat dibahas bagaimana persiapan serta apa yang akan dilakukan komunitas openSUSE terkait perubahan nama dan melepas diri dari trademarks SUSE dan menjadi sebuah lembaga foundation sendiri (akan diulas lebih lanjut pada tulisan tersendiri).

Acara ini dihadiri tidak hanya oleh para penggiat komunitas openSUSE Indonesia namun penulis berkesempatan untuk bertemu salah satu petinggi openSUSE yang mengurusi bagian sekuritas pada openSUSE yaitu Johannes Segitz. Beliau sendiri menyampaikan secara gamblang, jelas dan dengan pengertian yang mudah bagaimana tim sekuritas yang berisikan 10 orang bekerja dalam mengamankan dan memperbaiki isu sekuritas SUSE dan openSUSE.

Penulis bertemu dengan Johannes Segitz

Dalam lokakarya yang bertemakan “Security for openSUSE”, beliau menjelaskan cara kerja tim yang berisikan 10 orang tersebut dalam menangani kutu keamanan, mengulas kode serta juga mencari celah-celah keamanan yang ada pada sistem. Tim tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah bagian tim yang disebut reactive dan proactive. Tugas dari tim reactive adalah menangani kutu-kutu keamanan yang dilaporkan melalui beberapa sumber umum seperti yang dilaporkan forum ataupun mailing list atau privat seperti mailing list oleh XORG, Gnome dst.

Lokakarya yang dibawakan oleh Johannes Segitz

Johannes Segitz sendiri bertugas dalam tim yang disebut proactive dimana tim ini sendiri lebih bertugas dalam mencari celah-celah pada sistem yang dapat mengakibatkan berkurangnya keamanan pada sistem.

Selain itu, tidak hanya berkutat pada aplikasi aplikasi seputar openSUSE, penulis juga berkesempatan untuk hadir pada lokakarya yang dibawakan oleh Shinji Enoki yaitu “State of CJK issues of LibreOffice”. Shinji enoki sendiri adalah anggota resmi dari komunitas LibreOffice Jepang dan pada kesempatan kali ini, beliau menyampaikan betapa pentingnya sebuah laporan dalam penemuan kutu pada aplikasi LibreOffice yang dapat membantu para QA LibreOffice untuk meningkatkan aplikasi mereka lebih baik lagi. Kenapa begitu penting? Karena QA LibreOffice khususnya pada komunitas di Jepang, tidak semuanya adalah orang-orang yang penuh waktu dalam menangani tugas ini.

Penulis bersama Shinji Enoki dan Dhenandi

Masih banyak materi-materi keren yang dibawakan juga oleh pemateri-pemateri keren lainnya dan semua berlangsung pada hari pertama! Jujur penulis sendiri mendapatkan banyak ilmu dalam hal teknis maupun non teknis dalam mengenal dunia sumber kode terbuka dan pastinya yang penulis dapatkan adalah FOSS tidak hanya melulu mengenai Linux tapi masih ada aplikasi, bidang atau bagian-bagian lainnya yang belum tereksplor dengan baik.

Yuk jangan lupa untuk hadir pada hari ini, di hari kedua ini, karena masih banyak materi-materi keren yang belum kamu dapatkan, masih banyak juga orang-orang keren yang belum kamu temui dan juga tentunya masih banyak hal-hal indah di dunia sumber kode terbuka yang belum kamu pelajari!

Sampai jumpa di openSUSE Asia Summit 2019 hari kedua! Oh ya bagi kamu yang belum memiliki kesempatan untuk hadir, kamu bisa ikuti kegiatan ini secara streaming pada kanal Youtube OpenSUSE ID.

Penggiat proyek sumber kode terbuka
slot iklan

1 comment on “Keseruan openSUSE Asia Summit 2019 di Hari Pertama

  1. Rania Amina says:

    Kualitas beritanya kok nggak banget ya? Sayang banget nih :”(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top