Free Software Open Source Software

Bash Capai Rilis Mayor Anyar 5.0, Banyak Fitur Baru dan Perbaikan

Shell terpopuler yang digunakan sebagai perkakas bawaan hampir semua distribusi GNU/Linux dan bahkan bawaan sistem operasi macOS, Bash, menerbitkan rilis mayor anyar. Rilis terkini ini hadir dengan beragam fitur segar. Cocok, karena itu adalah rilis mayor Bash 5.0, tidak hanya rilis perbaikan bug yang biasa kita temui beberapa tahun terakhir.

“Ini adalah rilis mayor kelima Bash,” tutur Chet Ramey. “Rilis ini memperbaiki beberapa bug luar biasa pada Bash-4.4 dan mengenalkan beberapa fitur baru.”

Bash atau GNU Bourne Again SHell versi 5.0 menghadirkan fitur untuk menghapus history berdasarkan jangka waktu tertentu dengan opsi -d start-end, perintah bawaan umask yang mendukung mode dengan oktal di atas 777, opsi baru untuk mengaktifkan atau menonaktifkan penyimpanan history pada syslog saat runtime, dan kemampuan untuk mengatur ukuran history ($HISTSIZE) saat waktu build melalui berkan config-top.h.

Bash

Bash 5.0 juga mengaktifkan perintah checkwinsize secara bawaan dan memperbarui perintah-perintah bawaan (builtin) lain seperti seq, wait, rm, stat, dan fdflags.

“Fitur paling disorot adalah beberapa variabel shell baru: BASH_ARGV0, EPOCHSECONDS, dan EPOCHREALTIME,” lanjutnya. “Terdapat opsi (baru) untuk memperkenankan variabel lokal untuk menurunkan nilai pada variabel dengan nama sama pada scope berikutnya. (…​) Opsi shell globasciiranges diaktifkan secara bawaan; ia dapat dimatikan secara bawaan saat proses konfigurasi.”

Banyaknya perbaikan dan pembaruan yang dibenamkan pada rilis ini tentu menjadikan rilis 5.0 tidak kompatibel dengan 4.4 pada beberapa sisi, termasuk pada perilaku variabel nameref serta BASH_ARGV dan BASH_ARGC.

Bersamaan dengan itu, pengembang juga menghadirkan GNU Readline 8.0, pustaka yang menyediakan kemampuan pengolahan riwayat (history) dan line-editing untuk program interaktif dengan antar muka CLI, seperti Bash. “Hanya Readline 8.0 dan versi setelahnya yang menyediakan semua simbol yang diperlukan Bash 5.0; versi sebelumnya dari pustaka Readline tidak akan dapat berjalan normal (dengan Bash 5.0).”

Pengguna yang memakai distribusi dengan model rilis bergulir dan bleeding edge dipastikan memperoleh Bash 5.0 lebih cepat daripada distribusi lain. Terpantau Arch Linux dan Void Linux sudah membenamkan Bash 5.0. Beberapa distro masih memasukkannya untuk diuji, termasuk pada Gentoo.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

2 comments on “Bash Capai Rilis Mayor Anyar 5.0, Banyak Fitur Baru dan Perbaikan

  1. Aris Ripandi says:

    Disaat orang lain (biasanya sih pengembang) menggunakan ZSH dengan kombinasi oh-my-zsh, saya tetap setia menggunakan Bash. Kenapa? karena sudah dari awal menggunakan Linux (2008) menggunakannya dan karena Bash ini sudah menjadi shell bawaan mayoritas distribusi Linux.

    1. Hendri says:

      Saya pun begitu. Biasanya kalau sudah terbiasa dan nyaman maka akan malas untuk berganti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top