Free Software Open Source Software

Wine 3.7 Tingkatkan Fitur Task Scheduler dan Dukungan Viewport pada Direct 3D

Wine merupakan perangkat lunak bebas/merdeka dan open-source yang ditujukan sebagai “emulator” aplikasi berbasis Windows di sistem operasi mirip-Unix, terkhusus GNU/Linux. Dengan Wine, kita dapat menjalankan aplikasi-aplikasi .exe di GNU/Linux, meskipun belum tentu berjalan sempurna atau justru tidak dapat berjalan sama sekali.

Wine

Rutin, sepekan atau dua pekan sekali, tim pengembang menerbitkan rilis pengembangan Wine yang berisi pembaruan-pembaruan untuk dibenamkan pada Wine stabil.

Akhir pekan ini, mereka mengumumkan kehadiran Wine 3.7, sebuah rilis pengembangan yang cocok dipakai untuk mencicipi fitur baru dan sarana kontribusi secara langsung dengan cara melaporkan bug yang kita temukan. Pada rilis ini, pengembang membenamkan dukungan berkas job pada Task Scheduler, meningkatkan dukungan viewport pada Direct 3D, mendukung aksi kustom MSI pada proses terpisah, serta meningkatkan resolusi pada ikon standar.

Di luar itu, ada 26 perbaikan bug yang berhubungan dengan dukungan aplikasi maupun gim-gim (game) yang cukup populer, termasuk perbaikan dukungan BlueStacks 2, Cisco Jabber 11.x, World of Warcraft, Fallout 4, Age of Empires II, Maya 2018, Metatrader4, dan Microsoft Visual C++ 2005.

Wine 3.7 dapat dipasang secara manual dengan terlebih dahulu diunduh melalui dl.winehq.org. Tentu, pengguna Arch Linux tak perlu repot-repot memasangnya secara manual karena sudah tersedia di repositori resmi.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top