Free Software Open Source Software

Wine 3.10 Benamkan Swapchain pada Direct 3D 12 dan Perbarui Vulkan

Bagi para pengguna sistem operasi mirip-Unix (salah satunya GNU/Linux) yang belum beranjak secara total, menjalankan aplikasi berbasis Windows dianggap sebagai hal wajib. Sebaliknya, bagi pengguna garis keras sistem operasi mirip-Unix, aplikasi berbasis Windows hanyalah sebuah awang-awang yang tidak ingin mereka sentuh, apalagi gunakan.

Untuk membantu para pengguna yang disebutkan pertama, aplikasi Wine hadir. Wine adalah perkakas layer kompatibilitas atau orang kerap menyebutnya dengan “emulator” yang memperkenankan aplikasi berbasis Windows (.exe) dijalankan di sistem operasi GNU/Linux.

Wine

Akhir pekan lalu, pengembang Wine kembali meluncurkan rilis pengembangan anyar yang memang rutin diterbitkan sekitar satu atau dua minggu sekali. Nomor rilis tersebut menyentuh angka 3.10. Seperti yang sudah diduga, rilis pengembangan (development release) selalu membawa fitur anyar, dan di 3.10, pengembang telah membenamkan swapchain pada Direct 3D 12, memperbarui Vulkan ke spec terkini, membenamkan dukungan debugger pada proses Wow64, serta membenamkan lebih banyak dukungan pada Task Scheduler.

Di luar itu, ada 17 perbaikan bug yang tersebar pada dukungan Tumblebugs 2, Tomb Raider 2013, Max Payne 3 (Steam), Neverwinter Nights 2 (GOG.com), dukungan penyalinan dari Onenote 2010, dan crash pada PDF-XChange Viewer 2.5.x.

Untuk para pengadopsi awal, tim pengembang Wine menyediakan tarball untuk dikompilasi dan dipasang secara manual di tautan ini (unduhan langsung). Tata cara kompilasi dan instalasi silakan kunjungi laman dokumentasi.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top