Berita

Versi Premium Wine, CrossOver 17.5.0 Tingkatkan Dukungan Microsoft Office 2016

Secara pribadi, saya bukanlah penggemar Wine dan CrossOver, tetapi bagi banyak pengguna GNU/Linux yang masih menggunakan beberapa aplikasi berbasis Windows, keduanya adalah perkakas “super” yang membantu kinerja mereka sehari-hari.

Beberapa hari yang lalu, CodeWeavers meluncurkan rilis anyar CrossOver 17.5.0. CrossOver adalah versi premium dari Wine. Dengan Wine, kamu dapat memasang aplikasi berbasis Windows dengan resiko ditanggung sendiri, sedangkan dengan CrossOver, kamu bakal mendapatkan dukungan resmi dari pengembang yang sebagian besar adalah pengembang Wine. Dibandingkan dengan Wine pula, CrossOver lebih mudah dipakai karena memiliki desain GUI yang asyik dan ciamik.

CrossOver

Menurut catatan rilis terunggah, CrossOver 17.5.0 telah meningkatkan dukungan Microsoft Office 2016. Jalannya pengolah dokumen proprietari tersebut dijamin lebih stabil dan jarang macet (crash) di sistem operasi mirip-Unix. Hanya pembaruan inilah yang penting bagi pengguna GNU/Linux. Pembaruan lain terjadi pada macOS yang mendapatkan dukungan 64-bit penuh. Pembaruan tersebut menjadi penanda bahwa CrossOver mengikuti macOS yang mulai rilis depan tidak akan lagi mendukung aplikasi 32-bit.

Selain itu, pada macOS, CrossOver 17.5.0 juga akhirnya menghapus dukungan sistem penjendelaan X legacy (Legacy X Window System). “Sistem penjendelaan X legacy telah menjadi teknologi display fallback sejak CrossOver 13, yang digunakan secara terbatas,” terangnya.

Bagi para pelanggan, CrossOver dapat diperoleh melalui laman resmi codeweavers.com/store.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top