Distro Ubuntu

Ubuntu Studio 18.10 Akan Sediakan Edisi KDE Plasma 5

Ubuntu Studio 18.10 Cosmic Cuttlefish siap menjadi rilis besar sepanjang sejarah.

Varian Ubuntu yang fokus menyediakan lingkungan pengolahan multimedia tersebut pada awalnya hanya berupa pengaya atau addon yang dapat dipasang di sistem operasi Ubuntu aktif yang saat itu masih menggunakan desktop GNOME 2. Selang beberapa waktu, mereka memutuskan untuk menerbitkan citra CD sebagai cara untuk menyediakan sistem mandiri yang dapat dipasang sejak awal tanpa perlu direpotkan dengan instalasi manual.

Ubuntu Studio

Peralihan Ubuntu ke Unity pada tahun 2010 menjadi alasan Ubuntu Studio untuk beralih ke desktop environment lain mengingat saat itu GNOME 2 juga akan diusangkan dan diganti dengan GNOME 3. Atas beberapa pertimbangan, Ubuntu Studio pun akhirnya memilih Xfce.

Waktu berlalu …​

Kini muncul desktop MATE sebagai penerus GNOME 2 dan desktop anyar Budgie. Ubuntu yang saat itu beralih ke Unity pun akhirnya juga memilih menggunakan GNOME 3. Oleh sebab itu, Ubuntu Studio ingin ikut bergerak maju untuk menyediakan edisi lain yang lebih segar.

“Jika kita tidak melangkah maju, maka kita akan stagnan, dan distribusi Linux yang stagnan berarti adalah distribusi yang mati,” tutur pengembang.

Dari banyak pilihan desktop environment, pilihan pengembang jatuh pada KDE Plasma 5 sebagai varian lain di samping desktop utama Xfce. Menurut pengembang, KDE menawarkan fleksibilitas tinggi pada sistem operasi. Dengannya sistem operasi dapat dijadikan sebagai workstation ataupun perangkat hiburan. Aplikasi GNOME dan aplikasi berbasis GTK lain yang terlihat konsisten jika dibuka di KDE Plasma 5 juga menjadi alasan lain.

Dibandingkan KDE 4, KDE Plasma 5 juga tak lagi rakus sumber daya sehingga cocok untuk mereka benamkan pada rilis berikutnya.

Apakah kamu pengguna Ubuntu Studio dan penasaran dengan rilis 18.10? Sebagai nonpengguna Ubuntu Studio, saya ikut senang dengan rencana pembaruan yang mereka lakukan besok. Kita lihat lanjutannya nanti …​

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top