Berita

Teknologi FLOSS dan Blockchain Jadi Topik Utama Peringatan Hari Koperasi di Bali

Tanggal 12 Juli, tepat 71 tahun yang lalu Kongres Koperasi pertama diselenggarakan di Tasikmalaya. SOKRI atau Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia menjadi salah satu “produk” yang dihasilkan kongres yang diresmikan oleh Drs. Moh. Hatta tersebut. Selain itu, tak banyak hal yang dibahas di kongres pertama kecuali menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi dan menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi.[1]

Puluhan tahun berlalu, koperasi cenderung stagnan, seperti yang terlihat di Manado (Sulawesi Utara),[2] dan kabupaten Indragiri Hilir (Riau)[3]. Bahkan pada tahun 2013, dilaporkan bahwa 200 koperasi telah mati di DIY.[4].

Peringatan Hari Koperasi di Bali

Meskipun bukan kongres, acara yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Koperasi di Denpasar, Bali, selama beberapa hari kemarin diharapkan menjadi sesuatu yang sangat bernilai bagi koperasi dan secara tidak langsung menghentikan isu kestagnanan koperasi di beragam tempat.

Sarasehan Koperasi di Bali
Gambar 1. Sarasehan teknologi informasi untuk Koperasi di Denpasar Bali (baliberkarya.com)

Peringatan Hari Koperasi di Bali tanggal 11 sampai 12 Juli diadakan oleh PT SKK (Perseroan milik koperasi), TaniBox, dan komunitas BlankOn dengan topik Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi. Acara tersebut diselenggarakan sebagai sarana untuk mempersiapkan koperasi di masa depan yang tidak akan lepas dari teknologi.

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan KUKM Provinsi Bali pada tanggal 10 Juli, dihadiri oleh lebih dari 100 orang dari beragam provinsi, bahkan juga dari negara tetangga, Timor Leste. Sebagai narasumber, acara yang disebut dengan Sarasehan Teknologi Informasi untuk Gerakan Koperasi Indonesia mengundang pakar TI dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta pengembang BlankOn berikut komunitas FLOSS Indonesia dan PT Sakti Kinerja Kolaborasindo, persereoan yang baru saja dibentuk satu bulan lalu oleh koperasi CU, Kopdit, dan KSP.

Tema yang disampaikan

Rusmanto Maryanto dari AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia) menjadi pembicara pertama yang mengulas teknologi blockchain–penjelasan dasar, istilah, cara kerja, dan ide kolaborasi yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi. Blockchain adalah teknologi masa depan untuk data yang sangat besar dan kompleks, terdistribusi sehingga tersederhanakan, terkontrol, aman, dan fair, tuturnya. Teknologi di balik kriptokurensi seperti Bitcoin ini dapat dipakai oleh Koperasi untuk berbagi transaksi antar dan antara anggota, antar dan antara lembaga koperasi secara aman dan fair tanpa perlu bergantung pada pihak ketiga seperti bank. Laporan menarik, blockchain ternyata telah diimplementasikan oleh CUNA dan MWCUA, asosiasi Credit Union di Amerika dengan membentuk CULedger.

Firdaus Putra, pendiri dan CEO Kopkun Institute, menyampaikan tema Kolaborasi Koperasi dan Komunitas FLOSS Indonesia. Ia menyebut gagasan kolaborasi antara koperasi dan komunitas FLOSS demi mewujudkan demokrasi ekonomi yang tak lagi dipegang oleh satu orang melainkan semua anggota koperasi. Konsolidasi pasar bersama melalui teknologi keuangan, rekayasa kelembagaan koperasi melalui pemekaran, dan kolaborasi multipihak adalah agenda strategis yang ia usulkan.

Hanna dan Tim SiCUNDO-SAKTI menjadi pembicara berikutnya. Hanna memperkenalkan PT Sakti Kinerja Kolaborasindo sedangkan Tim SiCUNDO-SAKTI memperkenalkan aplikasi SAKTI.Link—​aplikasi untuk anggota koperasi yang memanfaatkan SAKTI.Online. SAKTI.Link memudahkan anggota mengakses informasi saldo rekening, pembayaran maupun cek transaksi SAKTI.Pay, dsb. Untuk mendaftar SAKTI.Link sangat mudah, calon anggota hanya perlu menyiapkan KTP/SIM sebagai identitas resmi, setelah melakukan registrasi, mereka akan memperoleh token melalui SMS beserta cashback.

Di hari berikutnya, Direktur PT SKK Endy Chandra mengenalkan salah satu produknya, MyCOOP. MyCOOP dapat dipakai oleh koperasi dan anggota-anggotanya untuk saling terhubung dan bertransaksi secara mudah. Aplikasi ini mempunyai misi yang besar untuk membuat koperasi Indonesia besar dan mampu bersatu dalam perbedaan serta memiliki karakter kuat.

Perusahaan teknologi yang menerapkan teknologi blockchain dan IoT, TaniBox, diperkenalkan di sesi berikutnya. Perkenalan TaniBox sebagai perusahaan yang bergerak di sektor agrikultur disampaikan oleh sang CPO (Chief Product Officer), Retno Ika.

Pesta rilis BlankOn XI Uluwatu

Di samping tema yang berhubungan langsung dengan blockchain dan koperasi, tim BlankOn berdiri dengan dua sesi sendiri. Di sesi awal, Estu Fardani selaku manajer rilis XI Uluwatu menjelaskan mengenai proyek distribusi GNU/Linux lokal BlankOn begitu juga menyampaikan komposisi tim pengembangnya, yang bertujuan mencetak SDM yang kompeten dan mampu berkontribusi di proyek open-source. Setelah itu, sesi kedua diisi oleh Tim Humas BlankOn yang menerangkan fitur-fitur gres BlankOn XI serta tantangan pemanfaatan teknologi dan kolaborasi pada ranah perkoperasian. “Rilis BlankOn XI Uluwatu oleh komunitas FOSS rupanya memberi aksen atas semangat demokrasi, kemerdekaan, dan kejujuran dalam membangun keadaban ekonomi koperasi,” tulisnya.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top