Berita

Red Hat Linux Enterprise Jadi Sistem Operasi Superkomputer Summit

GNU/Linux memang tidak unggul di pasar desktop tetapi di pasar superkomputer, ia sangat berjaya. Akhir tahun 2017, 500 atas pada daftar superkomputer di dunia resmi menggunakan sistem operasi FLOSS (Free/Libre Open Source Software) populer ini.

Dominasi GNU/Linux sebagai sistem operasi superkomputer dimulai pada tahun 1998 (saat itu top 10 superkomputer). Pada bulan Juni 2010, GNU/Linux resmi menguasai 90 persen pasar top 500 superkomputer. Superkomputer masing-masing memiliki fungsi sendiri, salah satunya untuk tujuan penelitian ilmuan sains. Red Hat, perusahaan terbesar yang bergerak menyediakan produk dan layanan di bidang FLOSS, menjadi perusahaan yang ikut membantu membangun superkomputer untuk tujuan penelitian, baik untuk mencari obat kanker atau untuk memanfaatkan energi fusi.

Summit
Figure 1. Summit (energy.gov)

Superkomputer yang ikut dikembangkan oleh Red Hat ini berada di Departemen Energi Oak Ridge National Labs (ORNL) dan dijuluki dengan Summit. Konsep penerapan superkomputer ini sangat berbeda daripada superkomputer pada umumnya, pengembangan Summit sangat terbuka dan tidak dikuasai oleh satu vendor saja. “Sains makin mudah diakses oleh komunitas global, superkomputer lebih terbuka melalui kolaborasi antar vendor,” CTO Red Hat, Chris Wright menjelaskannya kemarin.

Summit menggunakan arsitektur tipe-blok building anyar yang mendukung aplikasi yang lebih luas, dari astrofisika, material sains, hingga sistem biologi. Fitur-fitur tersebut benar-benar menjadikan Summit sebagai mesin yang “cerdas”.

Setiap blok building Summit menyertakan dua prosesor IBM POWER9, enam GPU Nvidia Volta V100, memori 512GB, ruang penyimpanan NVMe lokal, dan Mellanox Infiniband. Dilihat dari prosesor yang dipakai, Summit melabrak segala ekspektasi yang biasa dipasang pada superkomputer. Umumnya, superkomputer menggunakan arsitektur x86 alih-alih arsitektur dari IBM tersebut.

“Total desain sistem Summit, berisi 4.608 server penghitung IBM, memudahkan implementasi aplikasi penelitian di superkomputer ini,” jelasnya. “Bagian dari superkomputer ini adalah lingkungan yang konsisten yang disediakan oleh Red Hat Enterprise Linux, sistem operasi yang sangat familiar di kalangan para periset. Red Hat Enterprise Linux adalah (sistem operasi) yang sudah tersebar luas di National Labs dan pusat penelitian di seluruh dunia dan terbukti sebagai platform untuk komputer berskala tinggi lintas arsitektur perangkat keras.”

Keren melihat implementasi GNU/Linux di superkomputer Summit. Menurut kamu?

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

1 comment on “Red Hat Linux Enterprise Jadi Sistem Operasi Superkomputer Summit

  1. Teguh says:

    OOT. Zumwalt, kapal perang jenis destroyer berteknologi siluman termahal dan paling kompleks milik Amerika Serikat jg menggunakan RHEL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top