Distro TeaLinuxOS

Rayakan TeaLinuxOS X, DOSCOM Adakan Pesta Rilis pada 12 Mei 2018 Esok

Hampir menuju pertengahan tahun, banyak sekali distribusi GNU/Linux yang menerbitkan rilis anyar dan siap memanjakan para pengguna loyalnya. Lihat saja, ada Ubuntu 18.04 LTS dan Fedora 28.

Eit …​ tidak berhenti di situ. Selain proyek distribusi GNU/Linux internasional, proyek distribusi GNU/Linux lokal seperti Sundara OS, BlankOn XI Uluwatu, dan TeaLinuxOS juga melakukan hal serupa.

TeaLinuxOS

TeaLinuxOS adalah distribusi GNU/Linux yang dikembangkan oleh Dinus Open Source Community (DOSCOM), sebuah komunitas open-source di Universitas Dian Nuswantoro. Guna merayakan rilis termutakhir TeaLinuxOS X, DOSCOM akan mengadakan acara pesta rilis pada tanggal 12 Mei 2018.

Pesta rilis tersebut bertemakan “TeaLinux and Collaboration” dan mengundang Rizki D Kelimuttu sebagai pembicaranya. Rizki D Kelimuttu, kerap disapa Kiki, adalah seorang koordinator bugzilla Mozilla yang beberapa kali membawakan topik-topik menarik, termasuk di acara GNOME.Asia Summit 2017 dan LibreOffice Conference Indonesia 2018. Tidak hanya talkshow, pesta rilis TeaLinuxOS X akan diramaikan dengan festival, sesi berbagi, diskusi terbuka, dan tantangan.

TeaLinuxOS X dan catatan rilis yang tak pernah ada

TeaLinuxOS X adalah rilis ke sepuluh dari distribusi berlogo daun teh ini. Dari TeaLinuxOS 1.0 sampai 9.0, masing-masing memiliki nama kode sendiri, sebut saja versi 1.0 sebagai Green Tea, 2.0 sebagai Black Tea, 3.0 sebagai White Tea, 4.0 sebagai Oolong Tea, 5.0 sebagai Kukicha tea, 6.0 sebagai Jasmine Tea, 7.0 sebagai Rosella Tea, 8.0 sebagai Pappermint Tea, dan 9.0 sebagai Camomile Tea. Nama kode 10.0 atau X? Mungkin akan diumumkan di pesta rilis nanti.

Untuk membuka tahun 2018, saya pernah menuliskan Harapan Besar di Tahun 2018, dari Konferensi LibreOffice Sampai Transparansi Proyek FLOSS. Poin terakhir adalah seputar transparansi proyek FLOSS. Yakin sekali, sejak awal didirikan, Kabar Linux ingin mengabarkan perkembangan proyek FLOSS di Indonesia, tetapi seringnya keinginan ini terhambat dari proyek itu sendiri.

TeaLinuxOS adalah proyek keren yang juga rutin mengadakan pesta rilis keren. Namun, sejak mengetahui adanya proyek ini sampai sekarang, saya tidak pernah menemukan catatan rilis mengenai pembaruan TeaLinuxOS.

Saat saya berkunjung ke laman TeaLinuxOS.org, di situ hanya menampilkan penjelasan pendek mengenai TeaLinuxOS, prinsip yang dipegang, dua nama fitur unggulan (Tea Module Installer dan Tea Theme Switcher), dan tombol menuju halaman panduan, kontribusi, donasi, dan blog. Tautan terakhir adalah tautan menuju blog Medium yang saat saya intip ada satu artikel liputan tentang pesta rilis TeaLinuxOS 9. Di situ disampaikan, ada fitur baru bernama modularitea. Yap, saya tahu tentang adanya fitur baru modularitea pada TeaLinuxOS 9 juga hanya dari tulisan tersebut. Itupun harus menunggu liputan pendek seputar pesta rilis, yang berarti harus menunggu acara tersebut selesai lebih dahulu.

Saya kembali mengulik laman lain yang mungkin saja membahas catatan rilis TeaLinuxOS. Saya menemukan repositori Github DOSCOM, sayangnya tak ada informasi berarti di situ.

Bagi kawan-kawan pembaca Kabar Linux, pengguna TeaLinuxOS, maupun dari DOSCOM, jika ada catatan rilis yang dapat saya baca dan sampaikan mengenai rilis anyar distribusi ini, silakan tuliskan pada kolom komentar. Terima kasih 🙂

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

1 comment on “Rayakan TeaLinuxOS X, DOSCOM Adakan Pesta Rilis pada 12 Mei 2018 Esok

  1. Audi says:

    Mudah-mudahan tersedia versi 32 bit. Sudah menunggu-nunggu rilis Blankon Uluwatu, eh ternyata hanya ada versi 64 bit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top