Distro Linux Mint

Proyek Linux Mint Tingkatkan Infrastruktur dan Perbaiki Penanganan Laporan Bug

Pengembang Linux Mint, tahun ini, fokus mengolah calon rilis anyar Linux Mint 19 Tara dan LMDE (Linux Mint Debian Edition) 3. Linux Mint 19 akan dibangun dengan basis Ubuntu 18.04 LTS, sedangkan LMDE 3 akan dibangun dengan basis Debian 9.

Linux Mint

Dalam sebuah proyek perangkat lunak, infrastruktur pengembangan adalah hal yang sangat penting. Logika sederhananya, semakin baik infrastruktur, semakin tinggi pula potensi kualitas produk yang dihasilkan. Seperti yang disampaikan oleh pengembang Linux Mint via nawala edisi bulan Januari 2018, mereka telah meningkatkan infrastruktur pengembangan guna menghadirkan Linux Mint 19 dan LMDE 3 dengan kualitas tinggi.

Pengembang mengungkapkan, mereka telah membangun continuous integration (CI) untuk mengotomatisasi pengujian pada setiap commit yang dikirim ke repositori Github Linux Mint. “Setiap commit, setiap pull request secara otamatis akan memicu pembangunan Linux Mint 18, Linux Mint 19, dan LMDE 3. Jika pembangunan gagal pada tiga lingkungan tersebut, kami dapat langsung melihatnya dari Github,” jelasnya.

Yep, selain menguntungkan pengembangan Linux Mint 19 dan LMDE 3, pembangunan infrastruktur CI ternyata juga akan menguntungkan rilis tertentu Linux Mint yang sudah ada; Linux Mint 18.x.

Di samping membangun CI, pengembang juga membangun penganalisis kode statis yang akan memindai setiap commit dan pull request dengan beragam perkakas linter maupun perkakas penganalisis (analyzer).

“Analisis kode statis tidak akan mendeteksi apapun, tetapi ia dapat mendeteksi isu potensial dan dapat mencegah bug yang berpotensi muncul.”

Pengembang Linux Mint juga mulai menggunakan ReadTheDocus, CircleCI, Docker, Waffle, dan Codacy. Saat ini, mereka pun tengah mempertimbangkan untuk beralih ke Meson guna menyederhanakan proses kompilasi dan pemeliharaan kode.

Tingkatkan penanganan bug

Selama ini, ribuan laporan bug Linux Mint tersebar di Github maupun Launchpad. Sayangnya, laporan ini tidak menunjukkan proses pengerjaan dan peningkatan fitur maupun perbaikan bug. Bahasa kasarnya, penanganan laporan bug pada Linux Mint selama ini tidak jelas.

Hal ini akan diperbaiki di siklus pengembangan terkini. Laporan bug akan dituliskan dengan jelas, apakah laporan bug diterima/ditolak, dalam proses pengerjaan atau sudah selesai dikerjakan, dsb. Pengembang pun akan segera menutup laporan bug jika memang sudah selesai dikerjakan, tidak akan menggantung pengguna dengan hal-hal yang tidak pasti.

Pengembang Linux Mint telah membentuk tiga tim yang masing-masing akan bergerak menangani laporan bug pada komponen tertentu.

  • Tim Pengembangan Cinnamon berjumlah 11 orang yang akan menangani komponen seputar desktop Cinnamon.

  • Tim Pengembangan XApps berjumlah 4 orang yang akan menangani beragam komponen; xapp, pix, xed, xplayer, xreader, xviewer, dll.

  • Tim Pengembangan Linux Mint berjumlah 6 orang yang akan menangani sisanya.

Calon perubahan penting di Cinnamon

Khusus pada Cinnamon, pengembang akan memigrasikan Python 2 ke Python 3, memigrasikan mozjs38 ke mozjs52, mengatur dukungan pengaturan tanggal, waktu, dan sikronisasi menggunakan systemd (Linux Mint tidak akan lagi menyediakan NTP).

[wp_ad_camp_1]

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top