Event

Pesta Rilis BlankOn XI Uluwatu Sukses Diadakan di Universitas AMIKOM Yogyakarta

Hari ini (24/5) tiga komunitas lokal kampus Universitas AMIKOM Yogyakarta yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa D3TI, Amikom Virus Community, dan FOSSIL bersama BlankOn menyelenggarakan pesta rilis (release party) BlankOn XI Uluwatu. Ini adalah pesta rilis kesekian setelah Estu Fardani dkk meluncurkan rilis anyar BlankOn kesebelas awal bulan ini.

Acara ini dibersamai oleh Gimpscape, GNOME Indonesia, Endless, dan Kabar Linux, yang beberapa di antaranya menjadi narasumber dan sponsor penyedia cenderamata untuk para peserta.

Pesta rilis BlankOn XI Uluwatu
Gambar 1. “Panggung” acara

Menurut jadwal acara, pesta rilis BlankOn XI Uluwatu dibuka pada pukul 13.30 WIB dan diselenggarakan di ruang Citra 2. Namun, karena beberapa hal, acara ini baru dibuka pukul 14.00 WIB.

Saya datang sekitar pukul 13.00 dan diantar langsung masuk menuju ruang tersebut oleh Harry, salah satu panitia. Hampir mendekati pukul 14.00, dua rekan ngobrol (pembicara) lain, Bayu Aji dan Rania Amina memasuki ruang utama disusul oleh dua bintang tamu dari KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo), Darian Rizaludin dan Chotibul Umam yang jauh-jauh dari Surabaya.

Acara disambut oleh Novandi Abdela selaku panitia acara dan Melwin Syafrizal mewakili Universitas AMIKOM Yogyakarta. Di sini pak Melwin memaparkan fakta baik dan buruk seputar perkembangan open-source di Yogyakarta umumnya dan kampus ungu khususnya. Beliau adalah salah satu dedengkot KPLI Jogja. Beberapa tahun ke belakang, saat KPLI Jogja masih aktif-aktifnya, acara seputar open-source pasti penuh, sehingga beliau cukup kaget mengapa pesta rilis BlankOn XI Uluwatu ini hanya menghadirkan peserta yang tidak begitu banyak. Kalau dari pengamatan saya, jumlah peserta kali ini …​ lumayan lah.

Pesta rilis BlankOn XI Uluwatu
Gambar 2. Melwin Syafrizal

Terdapat fenomena yang menunjukkan bahwa saat komunitas dipegang oleh angkatan tertentu, gaung open-source sangat luar biasa heboh, namun di angkatan selanjutnya gaung terlihat melempem. Fenomena seperti ini harus dihindari, kontinuitas dan regenerasi itu seharusnya tetap berjalan baik. Beliau juga mencontohkan proyek Amigos (AMIKOM Goes Open Source) yang kini tak lagi berjalan.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan oleh pengenalan GNOME Recipes yang disampaikan oleh Rania Amina. GNOME Recipes adalah aplikasi penyedia daftar resep makanan dan minuman yang dibangun dengan basis GNOME/GTK+. GNOME Recipes dapat dipasang dengan cara dikompilasi manual maupun melalui Flatpak. BlankOn XI Uluwatu termasuk salah satu distribusi GNU/Linux yang telah membenamkan dukungan Flatpak secara bawaan, jadi ini adalah berita baik. Dirinya juga mengajak peserta untuk ikut berkontribusi mengirimkan resep masakan lokal untuk aplikasi tersebut.

Sebagai bintang tamu, Darian Rizaludin dari tim infrastruktur BlankOn, memperkenalkan komunitas KLAS. KLAS adalah salah satu komunitas open-source yang aktif di wilayah timur Jawa selain KLIM (Komunitas GNU/Linux Malang). Beberapa acara seputar GNU/Linux pernah diadakan oleh mereka. Rencana terdekat, KLAS akan menyelenggarakan pesta rilis openSUSE Leap 15.

Pesta rilis BlankOn XI Uluwatu
Gambar 3. Darian Rizaludin

Setelah itu, giliran saya yang memperkenalkan Kabar Linux dan bagaimana berkontribusi ke FLOSS dengan cara menulis. Salindia (slide) dapat diakses di tautan ini.

Sesi pembicara menyampaikan materinya ditutup oleh Bayu Aji selaku tim kesenian BlankOn dan pengelola grup Gimpscape. Bayu Aji mengulas bagaimana cara berkontribusi dengan memanfaatkan kemampuan desain.

Pesta rilis BlankOn XI Uluwatu
Gambar 4. Karya Bayu Aji di rilis BlankOn XI Uluwatu

Satu kutipan menarik yang ia pajang di salindia (slide) adalah “Tell Them Why, Not Only How“. Apa artinya? Saya tak begitu memperhatikan penjelasan Bayu, tetapi dari yang saya pahami, ketika kita menyarankan orang-orang untuk menggunakan Inkscape, jangan terburu-terburu untuk mengajari mereka bagaimana cara menggunakannya, tetapi terangkanlah mengapa mereka perlu memanfaatkanya.

Pesta rilis BlankOn XI Uluwatu
Gambar 5. Bayu Aji (maaf, si bapak menghadap ke belakang)

Pesta rilis BlankOn XI Uluwatu ditutup dengan sesi tanya jawab disertai pembagian hadiah yang disediakan oleh GNOME Indonesia, BlankOn, dan LibreOffice Indonesia.

Terima kasih kepada panitia atas kerja kerasnya, begitu juga terima kasih kepada Harry sehingga saya dapat melengkapi artikel ini.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

1 comment on “Pesta Rilis BlankOn XI Uluwatu Sukses Diadakan di Universitas AMIKOM Yogyakarta

  1. uciha says:

    wah indonesia harus bangga dengan adanya distro asli dalam negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top