Free Software Open Source Software

Mulai 0.4.9, ReactOS Mampu Dibangun dengan Dirinya Sendiri

Pelan tetapi pasti. Begitulah cara kerja satu-satunya proyek pengembangan sistem operasi FLOSS (Free/Libre Open Source Software) yang ingin menjadi sistem operasi mirip-Windows alih-alih mirip-Unix, ReactOS. ReactOS dibangun sejak tahun 1996 sebagai klona dari Windows 95. Pada tahun 1998, proyek ini menamai diri sebagai ReactOS dan terus berlanjut sampai sekarang.

ReactOS, sampai artikel ini ditulis berada di versi 0.4.8 Alpha. Sejak awal dikembangkan, proses pembangunan (build) ReactOS harus memanfaatkan sistem operasi lain, contohnya menggunakan GNU/Linux. Namun, mulai versi anyar nanti, 0.4.9, ReactOS dapat dibangun (build) oleh dirinya sendiri. ‘Build‘ di sini merupakan sebuah proses untuk membentuk citra ISO ReactOS, baik citra BootCD, LiveCD, maupun HybridCD.

Pierre Schweitzer, pengembang kernel sekaligus sysadmin di ReactOS Foundation, menyampaikan perkembangan tersebut awal bulan ini. Katanya, ReactOS dapat dibangun secara penuh, bahkan menggunakan LiveCD atau BootCD yang dijalankan via USB.

Jika kamu penasaran dengan bagaimana cara membangun (build) ReactOS, laman wiki ini adalah rujukan utama yang paling direkomendasikan. Pembangunan (build) ReactOS memanfaatkan perkakas ninja.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top