Tutorial

Mengenal Peta Digital Bebas/Merdeka dan Terbuka OpenStreetMap [1]

Sial sekali, kita adalah pemuja kebebasan/kemerdekaan dan keterbukaan, tetapi masih bergantung pada produk tertutup dari perusahaan teknologi “hebat” sepanjang masa: Google.

OpenStreetMap Kabar Linux
Gambar 1. Ilustrasi Kabar Linux di OpenStreetMap

Di sebelah kanan keyboard, sebuah gawai kekinian dengan layar 5 inchi yang sudah agak kusam yang dilengkapi dengan sistem operasi Android tergeletak santai.

Kling klung!

Sebuah notifikasi pesan dari seorang teman muncul, menghubungi saya lewat posel GMail bahwa ia sedang membutuhkan berkas PDF yang harus saya bagikan melalui ruang penyimpanan Google Drive. Tunggu dulu, saya tiba-tiba ingat sebuah warung makan lotek hasil rekomendasi teman. Makanannya sedap, begitu katanya. Kebetulan saya lapar, setelah bergegas membagikan berkas PDF ke seorang teman, saya pergi ke warung makan tersebut dibantu dengan Google Maps.

Benar-benar enak sekali lotek ini, pikir saya, sambal kacangnya yang aduhai dan sayurnya yang sangat segar. Cocok nih. Saya harus mengulas warung makan ini di Google Maps.

Selama ini Google memperkenankan pengguna produknya, terutama Google Maps, untuk ikut berkontribusi melengkapi konten peta tersebut dengan hal-hal yang bermanfaat bagi khalayak ramai. Selain untuk membantu pengguna lain, kontribusi kamu juga bermanfaat bagi kamu sendiri. Kamu bisa mendapatkan poin! Menurut pos Google Maps Help, kamu bakal memperoleh poin apabila mampu:

  • mengulas sebuah tempat, seperti yang saya lakukan sebelumnya saat mengulas warung makan lotek

  • menilai (rate) sebuah tempat

  • menambahkan foto sebuah tempat

  • menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan sebuah tempat

  • menyunting informasi sebuah tempat atau menyunting jalan menuju ke lokasi tersebut

  • menambahkan sebuah tempat

  • memeriksa fakta dari sebuah tempat

  • dan merespon pertanyaan atau jawaban yang disampaikan oleh pengguna lain

Google menyebut para kontributor tersebut sebagai Pemandu Lokal atau Local Guide.

Google Maps
Gambar 2. Laman ulasan Lotte Grosir di Google Maps

Jangan berharap, saya akan menuliskan detail tentang Google Maps dan bagaimana cara menjadi Pemandu Lokal. Tidak perlu. Silakan cari sendiri di mesin pencari. Sebagai media “advokasi” keterbukaan, saya rasa perlu menyinggung fitur serupa Google Maps tetapi bersifat bebas/merdeka dan terbuka, serta sangat layak untuk menjadi ladang kontribusi dibanding produk sebelumnya.

Perkenalkan OpenStreetMap

OpenStreetMap (selanjutnya akan disebut sebagai OSM) adalah sebuah proyek kolaboratif untuk membangun peta digital dunia yang dapat disunting dengan bebas (oleh kontributor). Berbeda dari Google Maps yang dipegang oleh entitas tunggal, data OSM merupakan data bersama (dataku, datamu, data kita semua). Kamu berkontribusi ke Google Maps, data yang kamu berikan akan menjadi milik Google. Kamu berkontribusi ke OSM, data yang kamu berikan akan menjadi data kita semua. Semua orang boleh memanfaatkan secara bebas dan gratis data OSM, tetapi tidak dengan data dari Google Maps.

Dibandingkan dengan Google Maps dengan segala fiturnya, OSM hanya fokus menyediakan peta digital, tidak menyediakan ulasan tempat dan semacamnya.

OSM didirikan oleh Steve Cost pada tahun 2004 dan dinaungi oleh OpenStreetMap Foundation pada tahun 2006. Pertama kali dibangun, OSM difokuskan untuk membuat data peta wilayah Inggris dengan konsep seperti Wikipedia. OSM berdiri karena pemerintah Inggris merupakan satu-satunya pemegang hak cipta apapun yang mereka produksi, termasuk peta. Lisensi penggunaan peta pun hanya dapat dinikmati oleh korporasi.

Kebebasan/kemerdekaan pemakaian data OSM disebabkan oleh penggunaan lisensi Open Database License (ODbL) yang bersifat copyleft atau BerbagiSerupa (sharealike). ODbL sendiri merupakan bagian dari Open Knowledge Foundation.

Saat pertama kali didirikan, para relawan (kontributor) OSM mengisi konten OSM dengan cara “tradisional”. “Untuk membuat peta open-source, relawan OpenStreetMap bepergian ke wilayah dengan jalan kaki, bersepeda, atau menggunakan mobil dengan transponder GPS yang akan mencatat rute yang dilalui.” National Geographic News melaporkannya pada tahun 2006.

Diterangkan lebih lanjut, ketika para relawan pulang ke rumah, mereka akan mengunduh data GPS ke komputer dan kemudian mengunggah berkas mentahnya ke situs OpenStreetMap.

Tidak hanya relawan, pada April 2007, Automotive Navigation Data (AND) mendonasikan data jalan negara Belanda dan data jalan utama India dan Tiongkok kepada OSM.

OpenStreetMap membantu

Komunitas OSM termasuk berpengaruh, terutama di ranah kemanusiaan. Saat Haiti diterjang gempa dengan magnitudo 7 skala richter pada tahun 2010, komunitas OSM berhasil memetakan semua pulau yang terdampak gempa hanya dalam beberapa jam saja. Tentu, hal ini sangat membantu misi penyelematan pada saat itu.

Tidak jauh berbeda dari peristiwa tersebut, saat gempa Nepal terjadi tahun 2015 lalu, dua ribu relawan OSM berhasil memetakan krisis hanya dalam waktu 48 jam saja. Fakta menarik lain, OSM justru lebih cepat memetakan wilayah Korea Utara daripada Google Maps.

Humanitarian OpenStreetMap Team
Gambar 3. Laman Humanitarian OpenStreetMap Team, tim yang bertanggung jawab membantu bencana di Haiti dsb

OSM pun sudah dimanfaatkan oleh Foursquare, Wikipedia, Craigslist, hingga Apple.

Bagaimana, OpenStreetMap sungguh menarik bukan? Apabila kamu tertarik berkontribusi ke OSM dan bergabung menjadi anggota komunitas, silakan tunggu artikel lanjutan nanti ๐Ÿ™‚ Ini adalah artikel berseri yang akan membahas OSM.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

8 comments on “Mengenal Peta Digital Bebas/Merdeka dan Terbuka OpenStreetMap [1]

  1. BanditHijo says:

    wah menarik, saya pernah denger-denger saja tapi baru tahu sedalam ini setelah diulas di sini. Terima kasih om Jet. Saya nantikan artikel selanjutnya yaa om. Terima kasih banyak ^_^

    1. Wah, terima kasih kembali mas Bandit ๐Ÿ˜€

  2. Nif Kurniawan says:

    Tulisan yang bagus om Ramdziana ๐Ÿ™‚

    Kebetulan komunitas OpenStreetMap di Indonesia merupakan salah satu yang paling aktif.
    Mereka dapat dihubungi di https://openstreetmap.id

    1. Terima kasih mas Nif ๐Ÿ˜€

      Setelah ngubek, komunitasnya bener-bener aktif. Baru tahu juga, ternyata tidak jarang komunitas dan badan pemerintah, salah satunya BNPB, mengadakan kompetisi OSM

  3. Radya says:

    Wah, tampilannya berubah, makin keren

    1. Wah om Rad ๐Ÿ˜€

      Ini masih jadi PR, biar tema jadi segesit kemarin haha

  4. Radya says:

    eh domainnya juga ganti

  5. zpid 404 says:

    haha makin keren bos tampilanya ๐Ÿ˜€ seger banget dah kaget waktu hari ini buka .
    semangat terus, saya tunggu kabar mengenai opensource selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top