Tutorial

Mengenal Laman Utama OpenStreetMap.org [2]

Ini adalah artikel seri kedua yang membahas peta digital bebas/merdeka dan terbuka OpenStreetMap (OSM). Artikel pertama berjudul Mengenal Peta Digital Bebas/Merdeka dan Terbuka OpenStreetMap.

Saya berharap, setelah membaca artikel perdana tentang OSM di Kabar Linux, kamu tertarik untuk menjadi seorang pemeta. Berkontribusi di dalam proyek terbuka lebih menyenangkan dibandingkan jika berkontribusi di proyek tertutup seperti Google Maps.

Dengan berkontribusi di OSM, data yang kamu masukkan bakal dimanfaatkan oleh banyak orang untuk kepentingan yang beragam, salah satu contohnya, untuk mendata pertumbuhan bangunan dan penyusutan lahan pertanian yang diakibatkan olehnya. Selain itu juga untuk mendata wilayah rawan bencana seperti yang selama ini dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tidak perlu lama-lama lagi, yuk kita masuk laman OSM di OpenStreetMap.org.

Mengenal laman OpenStreetMap.org

Tak kenal maka ta’aruf tak sayang. Sebelum kita berkontribusi, akankah lebih baik kita mengenal laman OpenStreetMap.org terlebih dahulu.

Ketika pertama kali membuka laman tersebut, kamu akan disuguhi dengan tampilan seperti di bawah ini.

OpenStreetMap

Ada beragam menu yang perlu kamu ketahui, yang saya bagi ke dalam dua tempat; bilah atas dan bilah kanan (lihat kotak merah).

OpenStreetMap

Dari kiri ke kanan, melewati logo ikonik dan tulisan tebal OpenStreetMap terdapat menu edit. Menu ini dalam keadaan nonaktif jika diakses oleh pengguna biasa (bukan kontributor). Jadi, kita lewati lebih dulu menu ini dan menuju menu lainnya.

Pengenalan menu

Bilah Atas

History

Menu History berisi daftar perubahan yang telah dilakukan kontributor. Tentu, kamu masih ingat bahwa saya menyebut OSM merupakan proyek terbuka dan bekerja layaknya Wikipedia. Menjadi proyek terbuka tidak berarti hanya data akhirnya saja yang terbuka, tetapi pengerjaannya juga terbuka atau transparan.

OpenStreetMap

Silakan klik menu History. Di bagian kiri akan muncul sebuah bilah yang menunjukkan perubahan yang telah dilakukan para kontributor. Coba perhatikan, apabila kamu menggulirkan daftar perubahan tersebut, kamu dapat melihat bahwa kontributor OSM sangat banyak dan sangat aktif.

Saya mencoba menggulirkan bilah tersebut dan …​ taraa …​ saya menemukan kontributor dari Indonesia, cocok untuk dijadikan sebagai contoh 😉

Dalam satu perubahan (changeset) ada tiga baris keterangan yang dapat dibaca dengan cara: seorang kontributor OSM dengan nama Dewi Sulistioningrum mengirim perubahan 7 menit lalu dengan catatan “validation karangkidul“. Catatan perubahan ini terdaftar dengan kode #58249710. Jika catatan perubahan tersebut diklik, OSM akan menampilkan wilayah mana yang baru saja diedit oleh sang kontributor. Wilayah yang diubah ditandai dengan kotak berwarna oranye.

OpenStreetMap

Export

Menu Export ditujukan untuk pengguna yang ingin mengekspor dan menggunakan data OSM.

OpenStreetMap

Ada enam menu Export yang dapat dipilih.

  1. Manually select a different area

    Menu ini dapat digunakan jika kamu ingin mengambil sebagian peta data OSM wilayah tertentu yang dapat dipilih secara manual. Lihat tangkapan layar di bawah ini.

    OpenStreetMap

    Saya dapat menekspor area tugu Yogyakarta yang saya sorot dan mengunduhnya dalam bentuk berkas map.osm

  2. Overpass API

    Overpass API adalah API yang bersifat baca-saja (read-only). Seperti yang dikutip dari Wiki OSM, data yang diekspor dalam bentuk Overpass API akan berperilaku seperti basis data. Klien (pengguna data) dapat mengirim kueri ke API tersebut dan akan mengembalikan data sesuai kueri tersebut.

  3. Planet OSM

    Jika kamu memerlukan semua data OSM. Planet OSM adalah menu tepat untuk dipilih. Menurut rilis Planet OSM tertanggal 26 Oktober 2017, Planet OSM berukuran 846GB. Jika dikompres menggunakan Bzip2, ia berukuran 60,7GB, sedangkan jika dikompres dengan PBF akan berukuran 37,4GB.

  4. Geofabrik Downloads

    Geofabrik adalah perusahaan dari Karlsruhe, Jerman yang selama ini menyediakan layanan pelatihan, konsultasi, pengelolaan server, dsb yang berhubungan dengan OSM. Geofabrik secara rutin menyediakan hasil ekstraksi kontinen, negera, maupun kota-kota pada OSM secara rutin.

  5. Other Sources

    Menu ini berisi informasi lain tentang bagaimana cara mendapatkan data OSM.

GPS Traces

Lanjut ke kanan. Terdapat sebuah tautan berjudul GPS Traces yang menampilkan daftar riwayat jejak GPS yang diunggah oleh kontributor.

OpenStreetMap

Selain menggunakan peta digital OSM itu sendiri, kamu juga dapat berkontribusi ke OSM menggunakan “cara manual”, melacak perjalanan kamu dengan GPS lalu mengunggahnya ke OSM dalam bentuk berkas .gpx. Halaman ini adalah salah satu bukti dari kontribusi “cara manual” tersebut.

User Diaries

Halaman ini berisi tulisan-tulisan seputar OSM dari para kontributor. Ingin menulis di sini? Tunggu artikel berikutnya.

Halaman Copyright menjelaskan hak cipta dan lisensi dari data OSM dan bagaimana cara menulis kredit OSM dan kontributor. Di sini kamu juga dapat melihat siapa saja kontributor OSM di samping kontributor perorangan, termasuk AND dari Belanda, GeoBase dari Kanada, Land Information New Zealand dari Selandia Baru, National Land Survey of Finland’s Topographic Database, dll dan lisensi masing-masing sumber data.

Di sini juga diterangkan bagaimana cara melaporkan pelanggaran hak cipta dan merek dagang OSM.

Help

Halaman Help berisi daftar tautan mana saja jika kamu memerlukan bantuan menggunakan dan kontribusi di OSM.

About

Sesuai namanya, About berisi keterangan seputar “apa itu OSM” dan semacamnya.

Login/Logout

Tak perlu ada detail mengenai menu ini. Cukup jelas bukan 😉

Bilah kanan

Di bagian bilah kanan, kamu dapat menemukan delapan tombol. Simak penjelasannya di bawah ini.

Tombol “plus”

Tombol ini dipakai untuk melakukan zoom in peta, alternatif skrol ke depan jika menggunakan touchpad atau mouse.

Tombol “minus”

Tombol ini dipakai untuk melakukan zoom out peta, alternatif skrol ke belakang jika menggunakan touchpad atau mouse.

Tombol “panah serong kanan ke atas”

Tombol ini untuk memindahkan lokasi peta ke lokasi tempat kita berada. Fitur ini memerlukan fitur GPS/Lokasi aktif (jika menggunakan ponsel) atau fitur geolokasi aktif (jika menggunakan peramban di desktop).

Tombol “layer”

Tombol ini menyediakan empat pilihan layer peta.

OpenStreetMap
  1. Standard

    Ini adalah layer utama yang aktif saat kamu membuka laman OpenStreetMap.org.

  2. Cycle Map

    Ini merupakan layer yang menampilkan OSM sebagai peta jalur sepeda baik di tingkat internasional, nasional, regional, maupun lokal.

    Berikut peta jalur sepeda di wilayah Yogyakarta.

    OpenStreetMap
  3. Transport Map

    Ini adalah layer yang menunjukkan peta transportasi; jalan besar, rel kereta, dsb.

    Berikut peta transportasi di wilayah Yogyakarta.

    OpenStreetMap
  4. Humanitarian

    Layer Humanitarian adalah layer yang menampilkan data-data yang penting untuk kemanusiaan dan kemasyarakatan di kala situasi emergensi, seperti hidran air, sumber daya air, bangunan, gedung sosial, kualitas jalan, dsb.

    Berikut peta humanitarian di wilayah tugu Yogyakarta.

    OpenStreetMap

Tombol “legenda”

Seperti peta kertas, keterangan simbol-simbol yang terlihat pada peta dapat dilihat pada tombol dengan ikon “i”. Tombol ini hanya aktif pada layer Standard dan Cycle Map.

Tombol “bagikan”

Tombol ini dipakai untuk membagikan peta ke media sosial atau ke laman lain dalam bentuk tautan normal, tautan pendek, iframe HTML, serta berkas PNG.

OpenStreetMap

Tombol “tambahkan catatan”

Tombol ini untuk menambahkan catatan dan mendiskusikannya. Contoh kegunaan fitur ini: di suatu waktu saya melewati bangunan baru tetapi di OSM masih terdaftar sebagai lahan persawahan. Saya kemudian menambahkan catatan pada lokasi itu untuk mengonfirmasi bahwa bangunan baru tersebut benar berdiri di persawahan yang saya tunjuk. Pemeta lain dapat mengonfirmasinya dan menambahkan bangunan baru di peta OSM tersebut.

OpenStreetMap

Tombol “query tools”

Tombol ini untuk menemukan informasi detail seputar titik terdekat dari lokasi yang saya tunjuk menggunakan fitur tersebut (tombol panah dengan simbol tanda tanya kecil).

Berikut tampilan informasi pada bilah kiri saat saya menunjuk tugu Yogyakarta menggunakan query tools.

OpenStreetMap

Konklusi

Tampilan dan navigasi laman OSM sangat mudah bukan? Kami akan melanjutkan artikel berikutnya seputar OSM esok.

Artikel berseri tentang OpenStreetMap:

  1. Mengenal Peta Digital Bebas/Merdeka dan Terbuka OpenStreetMap

  2. Mengenal Laman Utama OpenStreetMap.org

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top