Desktop Environment

Martin Floser ‘Pergi’, Pengembangan KWin Tetap pada Tren Positif

KWin merupakan window manager bawaan KDE Plasma. Ia memiliki fitur kaya yang tak kalah dari fitur window manager desktop lain seperti Mutter pada GNOME. Sepanjang tahun 2018 ini, tren pengembangan window manager tersebut sangat bagus, baik dilihat dari sisi teknis (fitur-fitur yang dibenamkan) hingga dari sisi nonteknis.

Martin Floser pertengahan tahun ini mengundurkan diri dari jabatan pemelihara window manager KWin. Sebelum itu ia bertugas menjaga pengembangan KWin dan selama itu pula Floser menjadi kontributor teraktif pada pengembangan perangkat lunak tersebut. Dengan meletakkan jabatan, Floser tetap berkontribusi, tetapi jumlah berkontribusi menurun tidak sebanyak biasanya.

“Secara personal saya mencoba menurunkan (jumlah) kontribusiku untuk beberapa waktu dan mengajak orang lain untuk ikut meninjau (kode), menghindari proses peninjauan (kode) secara totalitas,” terangnya.

KDE Plasma
Gambar 1. KDE Plasma

Ia menceritakan bagaimana komentar-komentar pesimis tentang masa depan KWin ketika ia “turun” jabatan, berbanding terbalik dengan perasaan dirinya sendiri yang merasa optimis. “(…​) pengunduran diriku (dari pemelihara KWin) tidak akan memberikan pengaruh negatif,” lanjutnya. “Aku justru berharap pada pengaruh positif mengingat hal itu dapat mengisi gap dan memberikan kesempatan munculnya ide baru.”

Untuk melihat bagaimana perkembangan semenjak KWin “ditinggal” Martin Flosser, ia menjalankan perintah git statistik. Pada tahun 2017, saat Flosser masih memegang jabatan pemelihara KWin, pengembang dengan komit terbanyak adalah dirinya sendiri. Dari tanggal 1 Januari sampai 26 Desember 2018, pengembang dengan komit terbanyak tak lagi dirinya, tetapi Vlad dengan total 241 komit.

“Saya merasa senang pada pengembangan ini. Kita memiliki pengembang baru seperti Vlad dan Alex yang bekerja pada beberapa area yang sempat terbengkalai,” Martin Floser menjelaskan temuannya. “Kita memiliki pengembang seperti David dan Roman yang meningkatkan dukungan Wayland dan inti KWin.”

Ini adalah kabar menyenangkan. Dalam proyek FLOSS, dominasi satu orang atas pengembangan aplikasi adalah hal yang tidak terlalu baik, apalagi dalam kasus proyek komunitas seperti KDE Plasma. Meratanya jumlah komit pengembang berarti meratanya jumlah kontribusi berikut ide-ide yang dituangkan. “Kita dapat melihat tren positif pada tahun ini: kita lebih banyak mendapatkan kontributor dan makin banyak kontribusi yang menulis banyak patch,” ujarnya.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top