Distro Ubuntu

Lubuntu Tak Lagi Fokus Dukung Komputer Lawas

Lubuntu adalah distribusi GNU/Linux dari keluarga Ubuntu yang sangat populer, khususnya di ranah pemanfaatan perangkat keras lawas yang hanya dapat dioperasikan dengan bantuan sistem operasi rendah konsumsi memori dan CPU.

Sudah satu dekade lebih arsitektur 64-bit (x86_64 atau AMD64) diperkenalkan. Lubuntu yang sejak awal dibangun dan ditujukan untuk arsitektur 32-bit (i386) mulai beranjak dari penjenamaan (branding) sistem operasi untuk komputer lawas dengan dalih sistem operasi i386-saja sudah semakin jarang ditemukan selama 10 tahun terakhir. Prosesor AMD Phenom X3 yang dirilis tahun 2008 saja sudah mendukung 64-bit.

Dengan alasan seperti itu, Lubuntu tak lagi menjadi distribusi spesial untuk menjalankan komputer lawas. Hampir semua distribusi GNU/Linux terkini dapat menjalankan komputer produksi 10 tahun lalu dibandingkan dengan distribusi yang dirilis 5 tahun lalu yang belum tentu dapat menjalankan komputer berusia 15 tahun.

Contoh kasusnya, Kubuntu 18.04.1 64-bit dapat dipasang di lingkungan dengan RAM 2GB dan prosesor satu inti via QEMU. Saat digunakan untuk membuka LibreOffice dan Firefox sambil membuka laman lubuntu.me, sistem mengonsumsi memori RAM 1GB dan 6% CPU. Dengan spesifikasi yang sama, ia dapat menjalankan versi 32-bit dan mengonsumsi memori RAM 790MB serta 7% CPU.

“Sementara itu sumber daya yang digunakan pada i386 dan besarnya efisiensi yang dirasakan oleh sistem, poin (pembahasannya) adalah distribusi lain kini dapat menjalankan apa yang dulu hanya bisa dilakukan oleh Lubuntu dengan perangkat keras berumur 10 tahun,” terang pengembang.

Lubuntu akan memutuskan arah baru produk. Lubuntu akan tetap ringan dan bisa dijalankan pada komputer lawas, tetapi dukungan komputer lawas tidak lagi menjadi fokus mereka. Mereka akan fokus menjadi distribusi modular.

Berdasarkan Wordnik, modular berarti didesain dengan dimensi dan unit standar, sekaligus dapat dibenahi dan disusun dengan mudah. Fleksibel. Jika ditarik arti tersebut pada penerapan distribusi GNU/Linux, Lubuntu dapat dipakai langsung (seperti pada versi-versi sebelumnya) sekaligus dapat diedit komponen-komponennya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna.

Lubuntu

Gol pokok Lubuntu beberapa waktu ke depan adalah menggandeng teknologi modern berbasis Qt guna memberikan pengalaman modular dan fungsional kepada pengguna, tetap menjunjung transparansi dan pengembangan terbuka, menulis dan memelihara dokumentasi untuk memandu pengguna pemula dan calon kontributor, menyediakan pengalaman ringan secara bawaan sekaligus menyediakan utilitas untuk menjadikannya lebih fungsional menurut pengguna, dan menyediakan sistem dengan beragam bahasa.

Mulai versi 18.10, Lubuntu akan menjadi distribusi dengan desktop LXQt dan akan memulai arah baru yang disebutkan oleh pengembang di atas.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top