Free Software Open Source Software

Kolaborasi Antara Debian dan Devuan Hasilkan Sysvinit 2.92

Jesse Smith, seorang pengembang FLOSS yang saat ini sibuk memelihara sistem init sysvinit kembali menghadirkan rilis anyar perangkat lunak tersebut. Rilis ini bukanlah rilis mayor, tetapi rilis minor yang mayoritas berisi perbaikan bug.

Sysvinit adalah teknologi jadul yang masih diharap untuk diterapkan oleh proyek-proyek distribusi GNU/Linux, setidaknya oleh orang-orang yang tidak setuju bagaimana systemd berjalan. Sistem init tersebut adalah proyek jadi yang pengembangannya mandek bertahun-tahun lalu, tetapi akhir Desember 2017, seorang pengembang mulai melirik dan mengirim patch pembaruan.

Sysvinit

Smith meluncurkan sysvinit 2.92 yang berisi perubahan waktu tunda pada aksi shutdown dan init, pembaruan halaman manual half/reboot, penambahan patch untuk menghalau proses zombi pada killall5/pidof, perbaikan dukungan Debian, penambahkan perkakas baru readbootlog untuk membaca berkas /var/log/boot yang diproduksi oleh bootlogd, dll.

Bukan rilis sysvinit 2.92 saja yang menarik, tetapi kerja sama antara beberapa pengembang Debian dan Devuan sehingga rilis tersebut terjadi. Kata Jesse Smith dalam pos pengumuman, “Saya gembira mengumumkan rilis versi baru SysV init (2.92), insserv (1.18.0), dan startpar (0.61). Aslinya saya berencana untuk menunda rilis hingga akhir tahun, tetapi atas bantuan beberapa pengembang Debian dan Devuan, beberapa isu penting berhasil diatasi dengan cepat, dan kami ingin segera menerbitkan versi baru.”

Kolaborasi pengembang dari dua proyek distribusi ini adalah fakta yang menyentuh. Keduanya mampu mengupayakan distribusi yang tidak tergantung pada sistem init tertentu. Meskipun terasa tidak mungkin, itu bisa saja terjadi. Pengembangan Sysvinit yang ikut dilakukan oleh Debian dapat melecut kemungkinan implementasi sistem init lain seperti runit, s6, OpenRC, dsb di Devuan atau bahkan di Debian.

Ada patch baru yang memungkinkan sysvinit dikompilasi dan dijalankan GNU Hurd. Patch ini bakal hadir di rilis berikutnya. Bagaimana coba? “Visi” init-agnostic di dunia sistem operasi FLOSS bisa jadi terlaksana dengan gemilang.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top