Review

Kenalkan Browsh, Peramban Berbasis CLI dengan Dukungan Teknologi Web Modern

Sistem operasi GNU/Linux adalah implementasi dari sebuah ketidakberdayaan dan kebebasan pengguna ketika menggunakan sistem operasi tertutup seperti Windows. Menggunakan GNU/Linux atau perangkat lunak bebas/merdeka dan open-source (FLOSS) pada umumnya berarti memberantas rasa pasrah sekaligus mempersilakan sikap petualang untuk menjajal beragam perkakas senang-senang maupun penunjang pekerjaan.

Peramban atau browser adalah salah satu perkakas yang digunakan oleh para peselancar internet. Bagi pengguna kasual, peramban Google Chrome atau Firefox mungkin sudah cukup, tetapi bagi yang ingin mengeksplorasi lebih, peramban tak umum lainnya bisa menjadi pilihan.

Peramban Browsh

Google Chrome dan Firefox adalah peramban berbasis GUI. Dalam arti, semua navigasi dan pengelolaan dapat dilakukan dengan klik mouse. Itu terlalu mudah dan bloat, pikir para peselancar internet “aneh” di luar sana. Dari pikiran-pikiran liar yang mengular, beberapa pengembang mulai menerbitkan peramban berbasis CLI atau teks, seperti Lynx, Links atau Links2, ELinks, hingga w3m.

Kebebasan dalam penerapan FLOSS tidak hanya dalam arti menggunakan, tetapi juga membangun. Hal itu terlihat dari banyaknya perangkat lunak yang memiliki fitur utama sama, seperti peramban, tetapi memiliki kenggulan yang berbeda-beda.

Browsh adalah nama perangkat lunak peramban berbasis CLI anyar yang dibangun untuk “menyempurnakan” fungsi peramban CLI yang telah disebut sebelumnya. Browsh menyebut diri sebagai peramban berbasis teks yang super modern. Ia dapat merender HTML5, CSS3, JavaScript, video, maupun WebGL. Sangat mantap, mengingat pada peramban-peramban berbasis CLI sebelumnya, dukungan video, JavaScript, dan teknologi modern lainnya adalah hal yang hampir mustahil dinikmati.

Mencoba Browsh

Dibandingkan peramban berbasis CLI lain, Browsh sangat unik. Oleh pengembang, perangkat lunak ini disarankan untuk dijalankan secara remot lewat SSH atau Mosh (mobile shell). Kata sang pengembang, Thomas Buckley-Houston, dengan dijalankan secara remot, penggunaan Browsh bakal lebih menghemat bandwidth dan mempercepat waktu selancar.

Pengembang telah menyediakan server Browsh untuk orang-orang yang ingin mencoba menjalankan peramban tersebut lewat SSH, dengan cara menjalankan perintah:

$ ssh brow.sh

Karena server brow.sh hanya dipakai sebagai media coba-coba, tentu sumber dayanya terbatas sehingga tak jarang akan muncul galat bahwa server sibuk tidak dapat diakses.

Browsh gagal
Gambar 1. Galat pada server Brow.sh

Melalui perintah tersebut saya mencoba mengakses kabarlinux.id. Berhasil, meskipun laman belum sepenuhnya termuat.

Browsh
Gambar 2. Akses kabarlinux.id lewat Brow.sh

Instal Browsh

Sebelum memasang Browsh, pastikan di sistem operasi sudah terpasang peramban Firefox minimal versi 57 dan terminal yang mendukung True Color (silakan rujuk daftar terminal ini). Sebagai klien SSH, pengembang menyarankan Mosh (mosh.org). Mosh sudah tersedia di hampir semua distribusi GNU/Linux mayor sehingga dapat dipasang dengan mudah melalui manajer paket.

Unduh Browsh melalui tautan yang tersedia di www.brow.sh/downloads/. Sebagai catatan, Browsh hanya mendukung arsitektur x86_64 dan ARM. Ia tersedia dalam format DEB, RPM, maupun format binary statis. Dalam artikel ini, saya contohkan instalasi menggunakan versi binary statis.

Selain menggunakan peramban, Anda juga dapat mengunduh berkas tersebut menggunakan cURL:

$ curl -O https://github.com/browsh-org/browsh/releases/download/v1.3.3/browsh_1.3.3_linux_amd64

Lalu jadikan berkas tersebut sebagai berkas eksekutabel:

$ sudo chmod +x browsh_1.3.3_linux_amd64

Kemudian jalankan dengan:

$ ./browsh_1.3.3_linux_amd64

Untuk mengakses address bar, pencet shortcut Ctrl+L, gulirkan peramban dengan Ctrl+panah atas/bawah.

Browsh lokal
Gambar 3. Akses kabarlinux.id di Browsh lokal

Tutorial di atas tidak memanfaatkan Mosh karena hanya dijalankan secara lokal.

Apakah Anda tertarik ingin mencoba Browsh? Berikan kesannya di kolom komentar. Semoga sukses!

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

4 comments on “Kenalkan Browsh, Peramban Berbasis CLI dengan Dukungan Teknologi Web Modern

  1. Dendy Octavian says:

    Pakai Browsh ini gambarnya kaya disensor aja mosaik semua.. 😀
    Maklum dah mungkin terbatas diterminal ya?

  2. Alviana says:

    Keren peramban cli bisa kaya gini

  3. Wah, makin canggih aja terminal sekarang. Terakhir browsing di terminal masih pakai lynx atau links.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top