Desktop Environment

Izinkan Distro Wayland Non-systemd Jalankan GNOME, Mutter Benamkan Dukungan Elogind

Di kalangan pengguna GNU/Linux, GNOME menjadi satu-satunya desktop environment yang dianggap paling bergantung pada systemd. Apabila kamu mengikuti perkembangan systemd dan “hegemoninya”, kamu pasti mengerti mengapa anggapan itu bukan hanya isapan jempol belaka.

Okelah …​ beberapa distribusi GNU/Linux non-systemd berhasil membenamkan GNOME, termasuk Funtoo. Meskipun pengalaman pengguna (UX) pada lingkungan tersebut tidak sesempurna jika GNOME dipasang pada sistem systemd, kasus ini hanya bisa terjadi pada lingkungan X, tidak dengan Wayland. Wayland memiliki dependensi systemd-login sehingga memasang GNOME dengan display server terkini di sistem non-systemd ini hampir tidak mungkin dilakukan.

GNOME

Komponen GNOME terikat penuh pada logind (systemd-logind), sebuah daemon yang bertanggung jawab mengelola data login pengguna. Di masa mendatang, kemungkinan ikatan ini akan kendor. Dalam perubahan yang dibenamkan pada GNOME Mutter 3.29.1, pengembang memastikan bahwa pra-rilis tersebut mampu bersandingan dengan elogind–proyek fork logind yang bermaksud memisahkan logind dari systemd sehingga dapat dipasang secara terpisah.

Apa pengaruhnya?

Dengan dukungan elogind pada GNOME Mutter, di masa mendatang, salah satu komponen desktop ini dapat dipasang di distribusi non-systemd dengan display server Wayland. Beberapa distro non-systemd seperti Slackware, MX Linux, Void Linux, dsb dapat bereksperimen dengan Wayland di sistem mereka.

GNOME Mutter masih menginjak 3.29.1, tentu ini barulah langkah awal menuju GNOME 3.30 final di masa mendatang.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top