Free Software Open Source Software

Gotong Royong Penerjemahan LibreOffice Terus Berlanjut, Akhir Pekan di Yogyakarta

Komunitas lokal yang bergerak di bidang proyek terbuka atau FLOSS semakin ramai; ramai anggota dan ramai kontribusi. Terutama LibreOffice. Semenjak penyelenggaraan LibreOffice Conference Indonesia 2018 bulan Maret 2018 lalu di Surabaya, para pegiat dokumen terbuka di Indonesia mulai berbondong-bondong berkontribusi dan mengajak pengguna kasual untuk bergabung bersama mereka.

Setelah komunitas di Gresik, kini giliran komunitas di Yogyakarta yang mengadakan gotong royong penerjemahan LibreOffice. Acara tersebut diadakan selama dua hari, 1 sampai 2 Desember 2018 di Kantor Midtrans, Jl. Gandok Baru No. 64, Condongcatur.

Dilakukan dari pukul 10.00 sampai 17.00 WIB, proyek ini fokus menerjemahkan string pada Master Help. Master Help atau dalam wiki dituliskan sebagai LibreOffice master – Help berarti halaman Help (bantuan) pada branch master kode sumber LibreOffice.

LibreOffice

Menurut keterangan pada halaman wiki tersebut, pada rentang waktu antara 4.4 dan 5.0 alur kerja proyek terjemahan berubah, dari yang sebelumnya translasi harus dimulai saat pengembang membuat branch rilis tertentu, kini translasi dapat dimulai dengan lebih cepat lewat branch master. “Alur kerja berbasis (branch) master memiliki arti, ketika branch libreoffice-5-0 dibuat, hasil translasi pada master akan disalin dan dipakai ulang (oleh branch tersebut), dan (branch) master akan terus berlanjut ke (branch) libreoffice-5-1,” terangnya.

Kegiatan penerjemahan di Yogyakarta melibatkan Komunitas LibreOffice Indonesia (Telegram @LibreOfficeID), KSL UIN Sunan Kalijaga, Kelompok Linux Arek Surabaya atau KLAS dan para pegiat FLOSS yang tersebar di Yogyakarta dan Surakarta.

Penerjemahan LibreOffice dilakukan menggunakan Pootle. Pada pembukaan kegiatan, Rania Amina menjelaskan panduan dan metode penerjemahan perangkat lunak menggunakan alat tersebut. Selama praktik penerjemahan berlangsung, para peserta didampingi oleh penerjemah berpengalaman.

Sebelum kegiatan dilangsungkan, string Master Help yang belum diterjemahkan sebanyak 294.894 atau 36,8 persen. Setelah kegiatan, string yang berhasil diterjemahkan meningkat 8,5 persen menjadi 255.476 string atau 45,3 persen. Ini merupakan pencapaian besar karena melampaui hasil penerjemahan di Gresik sebanyak dua kali lipat.

Kegiatan ini benar-benar positif, mampu mengajarkan bentuk kontribusi yang santai, tidak kaku. Amru dari KSL UIN Sunan Kalijaga mengungkapkan, bentuk kontribusi menyenangkan, bahkan bisa dilakukan saat sedang gabut (memiliki waktu senggang -pen). Tidak hanya itu, proses penerjemahan juga kompetitif karena sistem poin yang diterapkan oleh Pootle. Semakin banyak menerjemahkan string, semakin banyak pula poin yang didapatkan.

Gotong royong penerjemahan LibreOffice ini akan diadakan lagi bulan Januari 2019 di Surabaya.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

1 comment on “Gotong Royong Penerjemahan LibreOffice Terus Berlanjut, Akhir Pekan di Yogyakarta

  1. Toni says:

    Kayaknya seru ini kalau bisa gabung ke komunitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top