Berita

Google Ganti Goobuntu dengan Distribusi Berbasis Debian, gLinux

Google adalah “kawan” dekat Linux. Buktinya? Selain ikut berkontribusi membangun kernel Linux, mereka juga membangun produk berbasiskan perangkat lunak tersebut, seperti Android dan sistem operasi Chrome OS. Selain itu, Google juga merupakan pengguna Goobuntu—​distribusi GNU/Linux sebagai platform pengembangan internal mereka.

Goobuntu adalah distribusi khusus yang dipakai oleh Google, yang tidak dibangun sendiri tetapi merupakan partisipasi perusahaan tersebut di program berbayar dari Canonical. Bisa dibilang, Canonical memperoleh pendapatan yang cukup besar dari program ini, apalagi dengan hadirnya Google sebagai pelanggan.

gLinux

Namun, Canonical sepertinya kehilangan potensi pendapatan besar yang selama 5 tahun ini mereka nikmati, mengingat Google membangun distribusi GNU/Linux anyar sebagai pengganti Goobuntu: gLinux.

Perkenalkan gLinux

gLinux merupakan distribusi GNU/Linux berbasis Debian Testing (Debian 10 Buster). Dilansir It’s Foss dari MuyLinux, gLinux dibangun dari source code paket yang perubahannya tidak hanya disimpan sendiri tetapi juga dikirimkan ke pihak upstream.

gLinux pertama kali diperkenalkan di DebConf 17 yang videonya dapat ditonton di tautan ini. Untuk mengalihkan sistem yang sudah ada dari Ubuntu 14.04 LTS (Goobuntu) ke Debian 10 Buster (gLinux), Google telah membangun perkakas internal. Perkakas ini sudah diuji dan mampu berjalan dengan baik.

Jika Anda penasaran ingin mencoba gLinux, tidak mungkin, kecuali Anda menjadi karyawan Google. gLinux adalah sistem operasi in-house yang tak akan dirilis oleh Google secara publik.

[wp_ad_camp_1]

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top