Distro Fedora

Fokus Pada Infrastruktur, Fedora Mungkin Tunda Siklus Rilis Fedora 31

Fedora adalah distribusi GNU/Linux yang menerapkan model rilis tetap (fixed release) seperti distribusi pada umumnya; Ubuntu, Debian, Slackware, openSUSE Leap, dll. Meski menerapkan model rilis tetap, rilis Fedora termasuk cepat. Teknologi maupun fitur anyar yang dibenamkan pada aplikasi FLOSS lebih cepat diperkenalkan di Fedora daripada di distribusi rilis tetap lain. Tak salah jika Fedora menyebut kata “pertama”, selain “bebas”, “teman”, dan “fitur” dalam slogannya.

Secepat apa rilis Fedora? Fedora versi baru hadir setiap 6 bulan sekali. Bandingkan dengan openSUSE Leap yang mematok 1 tahun sekali, Debian yang tidak mematok waktu (rilis jika siap, tetapi biasanya 2 tahun sekali), dan Slackware yang juga tidak mematok waktu rilis. Oke, Ubuntu memang menerapkan siklus rilis yang sama, 6 bulan sekali. Namun, tetap saja, Fedora lebih dulu membenamkan rilis anyar aplikasi FLOSS dibandingkan Ubuntu.

Contohnya, yaa. GCC 8.2 hadir bulan Juli 2018. Fedora telah membenamkannya di Fedora 29 yang hadir Oktober 2018 lalu, beda dengan Ubuntu yang baru akan membenamkannya setelah rilis 18.10 Cosmic Cuttlefish. Ubuntu 18.10 sendiri baru membawa GCC 8.1.

Fedora

Pada rilis berikutnya, tim pengembang Fedora berencana rehat, menunda siklus rilis enam bulanan, khususnya pada Fedora 31. Mereka bermaksud fokus memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur proyek. Kata Paul Frields lewat mailing list, tim Fedora seharusnya melewati siklus rilis Fedora 31 dan memperpanjang masa hidup Fedora 30 guna meningkatkan perkakas pengembangan dan pengujian.

Peningkatan perkakas ini ditujukan untuk semakin mengandalkan Fedora dan mengurangi kompleksitas produksi.

Menurutnya, pengembangan Fedora sekarang kurang menggaet komunitas. Hanya orang-orang tertentu yang dapat mem-build dan mengunggah rilis. Komunitas Fedora seharusnya dapat merilis konten buatan mereka sendiri dan menggunakan perkakas yang disediakan dengan mudah tanpa perlu usaha besar. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan mampu membuka sekat antara tim Fedora dan komunitas.

“Kita membutuhkan operasi penskalaan CI/CD yang lebih banyak dan cepat, kita perlu meningkatkan proses otomatisasi pengujian dan penentuan kualitas, dan kita perlu memperbarui proses dan perkakas penyajiannya,” ujar Frields. “Kita juga perlu melacak dan mengoordinasi pekerjaan ini antar tim, karena ia melibatkan kolaborasi antara infrastruktur Fedora, QA, aplikasi, release engineering, CentOS CI, pemelihara, dan lain-lain.”

Fedora 30 diperkirakan meluncur bulan April 2019. Jika penundaan ini terjadi, Fedora 31 baru akan hadir satu tahun kemudian, alih-alih bulan Oktober 2019.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top