Distro

Distribusi Berbasis Fedora, Korora Beristirahat

Korora mungkin bukanlah proyek distribusi GNU/Linux populer tetapi bagi yang ingin menjalankan Fedora tanpa ingin direpotkan dengan pengelolaan repositori pihak ketiga, ia dapat menjadi pilihan bagus.

Lebih dari satu dekade lalu, Korora dibangun pertama kali dengan basis Gentoo oleh Christopher Smart. Proyek ini sempat dihentikan pada bulan November 2007 kemudian hidup kembali sebagai distribusi berbasis Fedora pada akhir tahun 2010.

Korora

Rilis terkini Korora adalah Korora 26 yang hadir 16 September 2017 lalu yang disusul dengan dimulainya pengembangan Korora 27 beberapa hari setelahnya. Namun, Korora 27 tidak akan pernah terjadi, pengembang memutuskan untuk beristirahat dan fokus menjalankan kehidupan sebenarnya.

“Korora di masa mendatang tidak akan seirama dengan rilis Fedora lagi. Sebagai efeknya esok tidak akan lagi pembaruan pada distribusi Korora,” tulis pengembang via laman kororaproject.org.

Pengembang menegaskan, Korora bukanlah proyek besar. Ia hanya digawangi oleh satu pengembang dan dua manajer komunitas. “Kami tidak memiliki kemewahan untuk mendedikasikan banyak waktu untuk mengerjakan proyek ini dan masih memenuhi kewajiban yang ada di dunia nyata kami.”

Tidak ada waktu pasti berapa lama mereka beristirahat, tetapi untuk tetap “mendukung” sistem operasi Korora yang sudah terinstal, server repositori tidak akan dimatikan. Namun, jangan harap untuk mendapatkan pembaruan paket dari repositori tersebut.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

2 comments on “Distribusi Berbasis Fedora, Korora Beristirahat

  1. Nif Kurniawan says:

    Bukan pengguna distro ini, namun saya merasa turut berempati.

    Memang benar; mereka (para pengembang / developer FLOSS) juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab di dunia nyata yang harus mereka tunaikan. Maka ketika akhirnya resource mereka tidak mencukupi, terpaksa ada yang dikorbankan (dalam hal ini project mereka, meskipun sebenarnya mereka sendiri masih ingin melanjutkan).

    Entah sudah berapa kali kondisi semacam ini terjadi di dunia FLOSS. Kabar Linux pun mungkin paham situasinya 🙂

    1. Hehe, benar sekali ini mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top