Distro Ubuntu

Di Rilis 20.10, Lubuntu Siap Benamkan Wayland Sebagai Display Server Utama

Lubuntu yang populer dengan penjenamaan “distribusi untuk perangkat lawas” tak lagi relevan. Beberapa pekan lalu, tim pengembang mengonfirmasi hal ini. Mereka menegaskan bahwa Lubuntu tak akan lagi fokus mendukung komputer jadul.

Alasannya, komputer yang keluar satu dekade lalu sudah mendukung 64-bit, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, komputer lawas hanya mendukung 32-bit. Di samping itu, kinerja sistem operasi 64-bit dan 32-bit juga tidak jauh berbeda.

Lubuntu

Keputusan untuk mengubah jenama tidak hanya dengan menghentikan dukungan komputer lawas, tetapi juga dengan membenamkan teknologi kekinian. Pengembang Lubuntu berencana untuk mengimplementasikan “display server” Wayland menggantikan si teknologi lawas, X. Tidak dalam waktu dekat, implementasi Wayland sebagai display server utama akan dilakukan pada Lubuntu 20.10.

Untuk melakukannya, tim Lubuntu akan memorta Openbox menggunakan teknologi display server Mir, QtLayerShell, dan teknologi lain yang berhubungan dengannya. Sebelum benar-benar menerapkan Wayland, mereka akan memastikan dukungan kartu grafis Nvidia terlebih dahulu.

Mulai akhir tahun nanti, Lubuntu akan terlihat sebagai distribusi yang segar, dimulai dengan peralihannya ke LXQt yang dilanjutkan dengan penggunaan Wayland di tahun mendatang.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top