Free Software Open Source Software

Berbasis LineageOS, Sistem Operasi Mobile Eelo Umumkan Prarilis Beta Pertama

Masih ingatkah pembaca dengan proyek eelo? Eelo adalah proyek ekosistem ponsel pintar bersifat bebas/merdeka dan terbuka yang didirikan oleh Gael Duval—​mantan pendiri Mandrake Linux—​pada tahun 2017. Gael berambisi besar membangun sistem operasi ponsel pintar dan ekosistemnya serta mengalahkan duopoli Apple dan Google, terutama dalam aspek privasi dan keamanan data. “Dia (Gael Duval) melihat hilangnya kehormatan privasi data pengguna, dan pemusatan pengelolaan data oleh beberapa korporasi besar dengan risiko pengawasan (terhadap data pengguna), dan melihat peluang dibutuhkannya sesuatu yang baru,” proyek eelo menjelaskan.

Berbulan-bulan dikembangkan, beberapa waktu lalu eelo Foundation, organisasi yang menaungi proyek, mengumumkan kehadiran prarilis Beta pertama sistem operasi mobile eelo. Tidak seperti Ubuntu Touch dan Librem 5 yang membangun sistem operasi berbasis “desktop” GNU/Linux, proyek eelo memanfaatkan sistem operasi berbasis Android, LineageOS (dulu CyanogenMod).

eelo

Pada prarilis Beta ini, eelo dihadirkan dengan basis LineageOS 14.1. Sebagai fitur geolokasi, eelo menggunakan perangkat lunak microG sedangkan sebagai antar muka, ia memanfaatkan BlissLauncher yang kini memiliki set ikon asli dan mendukung beragam widget. Tidak berhenti di situ, eelo Beta juga membenamkan aplikasi klien surel berbasis K9-mail dengan dukungan OAuth, Signal sebagai pengganti SMS, Telegram sebagai aplikasi obrolan, dan aplikasi lainnya. Sistem operasi juga membenamkan pengelola akun /e/ (/e/ account manager) dan mendukung fitur akun identitas tunggal berbasis surel untuk semua layanan yang disediakan. “(Akun tunggal tersebut) juga dapat dipakai di lintas perangkat dan dari web (untuk surel dan drive) atau klien NextCloud,” tutur Gael.

Untuk peselancar internet, eelo Beta dilengkapi dengan mesin pencari bawaan berbasis Searx sembari menyediakan opsi mesin pencari Qwant dan DuckDuckGo serta layanan awan berbasis NextCloud. Di prarilis mendatang, Gael Duval dkk akan membenamkan lebih banyak fitur, seperti fitur penyembuhan (recovery) dari berkas cadangan drive, parameter DNS baru, peningkatan fitur /e/ identity, pembenaman repositori aplikasi, penyediaan /e/ service dalam bentuk citra docker, dan meningkatkan basis sistem ke LineageOS 15.

Eelo Beta dapat Anda cicipi. Caranya dapat diintip melalui laman ini. Untuk saat ini, eelo Beta hanya mendukung satu atau beberapa seri dari perangkat Fairphone, Google Nexus, Huawei, HTC, LG, LeEco, Samsung, OnePlus, Motorola, dan Xiaomi.

Para pengembang akan terus disibukkan dengan pengembangan eelo. Menurut target, mereka akan mulai menghadirkan rilis stabil pertama eelo pada tahun 2019.

“Pengumuman hari ini (13/9) menandai langkah misi menantang mereka—​meciptakan SO mobile yang menarik untuk dipakai, sembari menyediakan pilihan kepada pengguna, privasi yang lebih apik, dan bebas dari Google!,” tulis eelo Foundation lewat surel kemarin.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

1 comment on “Berbasis LineageOS, Sistem Operasi Mobile Eelo Umumkan Prarilis Beta Pertama

  1. se7entime says:

    LineageOS aja gak mendukung perangkat saya, apalagi eelo ya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top