Rangkuman Akhir Tahun

Perkembangan Perangkat Lunak Bebas/Merdeka (FLOSS) di Indonesia Sepanjang 2017

Sepanjang tahun 2017, perkembangan FLOSS atau perangkat lunak bebas/merdeka dan open-source di dunia sangat baik, begitu juga di Indonesia meski beberapa di antaranya tak cukup baik. Berikut kami rangkum apa saja kabar menarik seputar dunia FLOSS lokal selama setahun ini (urutan daftar tak berdasarkan waktu maupun yang terbaik).

Kabar Linux

BlankOn dan Ridon

Proyek BlankOn mungkin menjadi proyek FLOSS yang membuat berita terbanyak sepanjang tahun 2017. Awal tahun, mereka meluncurkan BlankOn X Tambora, beberapa waktu setelah itu mereka membentuk tim baru untuk membangun BlankOn XI Uluwatu dan sampai sekarang calon rilis tersebut masih dikembangkan.

Proyek sistem operasi mobile Ridon diperkenalkan sebagai “subproyek” BlankOn. Namun, sekitar akhir tahun ini, proyek FLOSS tersebut menjadi proyek mandiri (tidak menjadi salah satu proyek BlankOn).

Manokwari

Desktop environment atau lebih tepatnya shell Manokwari tahun ini makin dikenal di kalangan pegiat FLOSS internasional pasca rilis BlankOn X Tambora. Di waktu yang sama, pengembang harus berjuang meningkatkan versi WebKit, memperbaiki Makefile (walau mereka sudah mendukung Meson), dsb.

KBBI-Qt

Komunitas Belajar GNU/Linux Indonesia (BGLI) meluncurkan Kamus Besar Bahasa Indonesia berbasis Qt: KBBI-Qt. Namun sayangnya ia masih berbasiskan KBBI III mengingat basis data KBBI terbaru tidak mungkin dibuka ke publik.

Penerjemahan GCompris

Siapa bilang komunitas FLOSS di Indonesia tak aktif berkontribusi? Tahun ini menjadi tahun penerjemahan GCompris ke bahasa Indonesia. Coba tebak, penerjemahan ini capai 100 persen hanya dalam dua hari saja.

Hasil terjemahan ini dirilis di GCompris 0.81.

Distro baru dan lawas

Tahun ini menjadi rilis awal Xenta OS, distribusi GNU/Linux lokal yang dibangun dengan basis Linux Mint. Di sisi lain, distro seperti SundaraOS dan TeaLinuxOS terus dikembangkan dan memperoleh pembaruan.

Perkembangan DracOs Linux tahun kemarin sangat bagus. Namun, tahun ini tidak ada kabar besar seputar versi 3, meskipun ia sudah memasuki fase Beta di bulan Juli-Agustus 2017. Manajer paket Venomizer pun tak ada perkembangan berarti, mungkin saja memang berhenti mengingat pengembang ingin mengadopsi Pacman, manajer paket dari Arch Linux. Proyek lain, DesaOS dan GrombyangOS agak vakum tahun ini.

Bocoran Konferensi Mini LibreOffice

Hampir akhir tahun, komunitas LibreOffice di Indonesia akan mengadakan LibreOffice Indonesia Mini Conference. Menurut rencana, acara ini akan terselenggara tahun 2018 mendatang.

EndlessOS masuk Indonesia

Di saat pasar Windows masih merajai Indonesia, sistem operasi EndlessOS masuk Indonesia dan berani menggandeng ASUS dan Acer. EndlessOS merupakan salah satu distribusi GNU/Linux berbasis Debian, meski demikian ia menggunakan pengelola paket Flatpak.

Proyek buku dan laman BLOI

BLOI atau Belajar LibreOffice Indonesia tahun ini mengerjakan lebih banyak proyek penulisan buku; Lebih Dekat dengan LibreOffice Writer bahasa Inggris dan Mengenal LibreOffice Calc.

Di waktu yang sama, komunitas meluncurkan laman resmi BLOI di libreoffice.puskomedia.web.id.

Pangsa pasar server GNU/Linux

Tahun ini Eset Indonesia mengungkapkan bahwa pangsa pasar server GNU/Linux di Indonesia mencapai 50 persen. Lumayan lah!

Alldeb

Sepanjang 2017 ini, Alldeb Webmaker menerbitkan lebih banyak dukungan distribusi GNU/Linux dengan beragam versi; ada BlankOn, Debian, Linux Mint, elementaryOS, dll.

Kabar mana yang Anda favoritkan seputar perkembangan FLOSS di Indonesia? Silakan berbagi di kolom komentar 🙂

[wp_ad_camp_1]

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

1 comment on “Perkembangan Perangkat Lunak Bebas/Merdeka (FLOSS) di Indonesia Sepanjang 2017

  1. Sundara OS gak disinggung nih huehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top