Berita

Perbaiki Hubungan, Pimpinan Proyek Libreboot Minta Maaf Kepada FSF dan Komunitas Free Software

Salah satu drama paling “seru” tahun 2016 lalu adalah “konflik” antara pendiri Libreboot, Leah Rowe, dan Free Software Foundation (FSF). Rowe menuduh FSF telah melakukan diskriminasi dengan memecat karyawan transgendernya.

Akibat hal ini, Libreboot yang sebelumnya berada di proyek GNU, keluar. Keputusan ini dilakukan oleh Rowe secara sepihak. Saat itu, pihak FSF menolak tuduhan Rowe bahwa pemecatan karyawan bukan karena gendernya.

Selama beberapa bulan, FSF tidak menanggapi serius keluarnya Libreboot dari GNU, yang kemudian drama ini ditutup tepat awal tahun ini, Richard M Stallman resmi melepas Libreboot dari proyek GNU.

Libreboot

Libreboot lakukan damage control

Dalam tulisan terbaru tertanggal 2 April di situs libreboot.org, Alyssa Rosenzweig menyebutkan bahwa proyek Libreboot mulai berbenah dengan mendelegasikan tugas-tugas yang sebelumnya dipegang penuh oleh Leah Rowe ke orang lain. Hal ini untuk menghindari kejadian serupa, seperti diperbuat Rowe selama ini.

Alyssa Rosenzweig menjadi sysadmin sedangkan kontributor lain, Sebastian Grzywna, bergerak membantu mengurus pengolahan kode dan server.

“Sebelumnya, repositori libreboot dan situsnya hanya bisa dimodifikasi oleh pimpinan proyek, Leah Rowe. Peraturan ini menghasilkan kesalahan tunggal, di mana si kecil leeway mengabaikan para kontributor.”

Seperti yang disampaikan di tulisan berjudul Open Letter to the Free Software Community ini dan tulisan dari Damien Zammit, kata “kami” di libreboot.org selama ini adalah Leah Rowe, tidak merepresentasikan semua kontributor.

Tulisan ini juga berisi permintaan maaf dari Rowe bahwa selama ini dia memiliki masalah pribadi yang membuatnya meledak-ledak.

“Apa yang kusukai saat ini adalah fokus pada Libreboot seperti yang selama ini kulakukan, dan melupakan semua yang terjadi dan segera beranjak. Aku sangat berharap FSF, proyek GNU, dan lainnya yang pernah kulukai, bisa melakukan hal yang sama. Tujuan utama saat ini adalah memperbarui Libreboot, dan melakukan apapun untuk membangun perangkat keras bebas menjadi kenyataan, seperti tujuan awal proyek Libreboot,” tutur Rowe.

Katanya, ia akan terus mengembangkan Libreboot dan membuka kesempatan kolaborasi sebesar-besarnya.

“Aku akan tetap menjadi pengembang di proyek ini, tetapi apapun yang kulakukan dari sekarang adalah hasil dari kolaborasi terbuka dengan orang lain di proyek. Aku hampir menghancurkan proyek ini, dan menyebabkan banyak kerusakan di komunitas, kerusakan yang kuharap bisa diperbaiki. Aku cinta Libreboot, Free Software, dan komunitas, dan satu-satunya keinginanku adalah melihatnya berkembang.”

Selain kepada komunitas, ia juga meminta maaf secara personal kepada beberapa orang di komunitas Libreboot dan FSF, terutama John Sullivan (Executive Director FSF) dan Ruben Rodriguez.

“Terakhir, sekali lagi aku mohon maaf kepada komunitas keseluruhan, atas kerusakan yang kuperbuat. Aku harap bisa membuktikan kepada kalian bahwa aku akan mengganti rugi kerusakan, memperbarui, dan membangun ulang jembatan dengan komunitas, dan sekali lagi bekerja dengan komunitas untuk memajukan Libreboot dan Free Software, di masa depan.”

Rencana Libreboot ke depan

Untuk selanjutnya, Libreboot akan memanfaatkan Librecore sebagai pengganti firmware hasil deblob Coreboot mereka. “[..] alih-alih berkompetisi dengan librecore, libreboot akan bekerjasama dengan mereka.”

[wp_ad_camp_1]

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top