Berita

Penuh “Drama”, LibreOffice Batalkan Kompetisi Maskot

Kabar buruk, The Document Foundation (TDF) telah membatalkan kompetisi maskot LibreOffice.

Akhir Juni 2017, TDF mengumumkan bahwa mereka membuka kompetisi maskot LibreOffice. Layaknya maskot pada proyek lain, ia adalah sebuah karakter yang merepresentasikan LibreOffice. Dalam hal maskot, LibreOffice memang ketinggalan di saat proyek lain sudah memilikinya; KDE dengan maskot Konqui, Krita dengan maskot Kiki, SUSE dengan maskot Geeko, BlankOn dengan maskot BONI, dll.

Dari total 300 desain maskot yang dikirimkan, TDF memilah desain mana yang tidak melanggar hak cipta dan merek dagang (trademark) sehingga hanya tersisa sekitar 50 desain maskot saja. Mulai fase ini TDF mempersilakan komunitas untuk menentukan maskot tercocok dan terbaik melalui pemilihan suara.

Mantan calon maskot LibreOffice

Kompetisi berlanjut, 13 November desain maskot menyisakan 12 buah. Saat itu, komunitas LibreOffice kembali diperkenankan untuk memilih maskot yang dirasa cocok dan berpendapat tentang mereka. Kesialan terjadi, di fase ini TDF menganggap banyak sekali troll dan spammer yang merusak proses pemilihan suara, hingga serangan teknis berupa DDoS ke server LibreOffice.

Gara-gara hal tersebut, tepat 20 November, salah satu pendiri dan humas TDF, Italo Vignoli, resmi menutup kompetisi tersebut melalui pos pengumuman design.blog.documentfoundation.org.

“Pada hari Kamis (16/11), kami menyimpulkan untuk menutup pemilihan suara maskot LibreOffice seperti yang sebelumnya direncanakan bulan Desember. Karena beberapa alasan, proses (penentuan maskot) telah berevolusi ke arah yang tidak kami duga,” kata Italo. “Ketika kami memulainya, kami mencari gambar visual yang dapat merepresentasikan LibreOffice, sebuah peralatan kantor yang dibangun oleh komunitas internasional dan kumpulan teman-teman yang beragam, dan bukan subyek yang merepresentasikan diskusi panas antara grup dan individu.”

“Kami telah membuat beberapa kesalahan, tetapi begitu juga mereka (komunitas) yang ingin mendorong gagasan mereka, karena menyukai satu proposal dari yang lain, tanpa memperoleh konsensus yang diperlukan. Kami telah belajar dari hal ini dan di masa mendatang kami akan menentukan peraturan yang lebih jelas untuk proses desain dan penentuan keputusan. Kami meminta maaf atas pengalaman yang menyebalkan pada kontributor yang menyediakan karya seni asli, dalam spirit komunitas sebenarnya.”

Italo Vignoli menjanjikan, TDF akan kembali membahas masalah ini dan akan menerbitkan pengumuman selanjutnya pada pertengahan Desember.

Apa kata komunitas?

TDF menganggap beragam komentar “jahat” yang disampaikan selama proses pemilihan suara sebagai troll dan spam, mereka pun rajin menghapus komentar seperti itu. Sayangnya, ini menjadi bumerang bagi TDF, komunitas menganggap tindakan TDF sebagai sensor. Banyak komentar-komentar “negatif” yang sebenarnya jujur dan baik justru dimasukkan dalam dua kategori di atas dan masuk sensor.

Dari 12 calon maskot yang ditentukan oleh TDF (lihat gambar di atas), menurut komunitas, desain tersebut tidak cocok dianggap sebagai maskot. Satu dengan yang lain memiliki konsep sama, bahkan malah berbentuk logo.

Kekecewaan lain, satu-satunya desain unik yang benar-benar menggambarkan maskot dan memiliki paling banyak pemilih justru disingkirkan. Maskot yang dimaksud adalah Libbie.

Libbie
Figure 1. Libbie

Dari keterangan Ben Saltz dalam tulisan blognya, Libbie mengundang kontroversi karena memiliki unsur anime. Padahal kalau dilihat dari segi ide yang digaungkan oleh TDF, Libbie masih dikategorikan desain maskot untuk LibreOffice yang valid. Omong-omong, Libbie adalah maskot yang didesain oleh Tyson Tan, desainer maskot Konqi KDE dan Kiki Krita.

“Berminggu-minggu meneliti. Sebulan membuat 40 gambar. 39 dari semuanya tidak pernah dipamerkan oleh penyelenggara. Peraturan kontes diumumkan belakangan, menyingkirkan Libbie layaknya sampah. Tekad dan kerja keras saya tidak berarti bagi mereka,” ungkap Tyson Tan. Tiga puluh sembilan gambar yang dimaksud dapat Anda lihat di akun DeviantArt miliknya.

Akan ke manakah drama maskot LibreOffice ini bermuara?

[wp_ad_camp_1]

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

2 comments on “Penuh “Drama”, LibreOffice Batalkan Kompetisi Maskot

  1. anan234 says:

    trus kenapa kalau maskotnya memiliki unsur anime ?

  2. Ajib says:

    bahkan tiga dari 12 kandidat bentuk & corak warnanya mirip maskot ssd adata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top