Distro Manjaro

Manjaro-OpenRC Dihentikan, Selamat Datang Artix Linux!

Manjaro merupakan distro berbasis Arch Linux yang sangat populer. Di Distrowatch, dalam enam bulan terakhir Manjaro menduduki posisi tiga besar. Walaupun dalam sebulan terakhir ia dikalahkan dengan distro berbasis Arch Linux lainnya, Antergos.

Salah satu yang menarik di distro ini adalah adanya varian OpenRC. Seperti kita tahu, Arch Linux adalah distro dengan systemd sehingga versi utama Manjaro tentu saja juga menggunakan systemd. Manjaro-openrc adalah varian Manjaro yang memakai OpenRC sebagai sistem init default, cocok untuk pengguna yang tidak menyukai systemd namun tetap ingin memakai distro Manjaro.

Ada kabar buruk sekaligus kabar baik pada proyek Manjaro-openrc. Marcus a.k.a artoo, pengembang di balik proyek ini, mengumumkan bahwa Manjaro-openrc tidak akan dilanjutkan lagi. Sebagai gantinya, Manjaro-openrc akan melebur dengan beberapa distro non-systemd lainnya di proyek Artix Linux.

Repositori yang berhubungan dengan OpenRC akan segera dihapus dari repositori Manjaro, jadi jika pengguna Manjaro-openrc ingin terus mendapatkan pembaruan dan perbaikan paket, disarankan untuk segera beralih ke Artix Linux.

Lebih jauh tentang Artix Linux

Saat ini, proyek Artix Linux adalah hasil penggabungan proyek Manjaro-openrc, Arch-openrc, dan (kemungkinan besar) Archbang. Pengembang Artix Linux juga berharap proyek Obarun bergabung dengan mereka. Obarun adalah distro yang memakai sistem init s6. Meski bukan OpenRC, bergabungnya Obarun ke Artix Linux diharapkan mampu memperkuat sistem non-systemd dengan cara menyediakan dukungan s6 pada distro tersebut dan ikut mematangkan paket-paket yang selama ini bergantung pada systemd supaya dapat berjalan lancar tanpa systemd.

Artix Linux

Artix Linux (sourceforge/artix-linux)

Yep, Artix Linux akan menggunakan OpenRC sebagai sistem init utama dengan tetap menyediakan alternatifnya; runit dan s6.

Berbeda dari Manjaro yang sebagian besar paket binary-nya diambil dari repositori Arch Linux, Artix Linux hanya akan mengambil PKGBUILD Arch Linux. Setelah PKGBUILD disesuaikan dengan sistem non-systemd, mereka akan mem-build-nya sendiri dan mengunggahnya ke repositori Artix Linux.

Di Arch Linux atau Manjaro, kita akan menemukan repositori core, extra, dan community sedangkan di Artix Linux kita akan menemukan system, world, galaxy. Namun, untuk versi awal ini, Artix Linux masih memakai repositori extra dan community dari Arch Linux lantaran repositori world dan galaxy memang belum terisi paket aplikasi.

Lalu desktop environment apa saja yang akan disediakan ISO Artix Linux? Tidak ada. Untuk saat ini, mereka hanya akan menyediakan ISO netinstall. Mereka mengakui, Artix Linux hanya fokus dengan kerja sistem di-belakang-layar sehingga bagi yang ingin memasang desktop, pengguna harus memasangnya sendiri lewat ISO netinstall (untuk saat ini baru tersedia LXQt). Mereka juga menambahkan, Artix Linux memang tidak cocok untuk pengguna pemula.

Artix Linux memiliki laman resmi di artix-linux.github.io, tetapi untuk membaca maupun mengikuti diskusi silakan kunjungi forum Manjaro. Berkas ISO distro ini dapat diunduh lewat tautan ini.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top