Distro Linux Mint

Linux Mint 18.3 Bakal Terapkan Flatpak, Pengembang Siapkan Varian LMDE 3

Banyak sekali pekerjaan yang dilakukan pengembang Linux Mint beberapa pekan terakhir. Satu yang penting adalah dukungan penuhnya terhadap sistem manajemen paket dari Red Hat, Flatpak.

Yak! Sebagai distribusi GNU/Linux berbasis Ubuntu, alih-alih bergabung ke dalam gerbong kereta Snap, Linux Mint memutuskan untuk masuk gerbong kereta Flatpak bersama dengan beberapa distribusi GNU/Linux lainnya. Seperti yang disampaikan melalui nawala mingguan, Flatpak dianggap lebih baik dari pada solusi manajemen paket lain karena fleksibel serta tak memerlukan middle-man antara editor dan pengguna untuk menggunakannya.

Flatpak merupakan usaha pengembang Linux Mint untuk mempersilakan pengguna memasang aplikasi-aplikasi terbaru tanpa direpotkan dengan masalah dependensi (jika pengguna memakai PPA).

Dengan Flatpak, pengguna dengan editornya bebas memilih toko aplikasi (repositori) mana yang akan dipakai, misalnya toko aplikasi Flathub atau toko aplikasi buatan sendiri (server sendiri). Dalam kasus Linux Mint, mereka akan menggunakan dua toko aplikasi Flatpak; Flathub dan GNOME Apps.

Dukungan Flatpak hadir di Linux Mint 18.3

Dukungan penuh Flatpak pada Linux Mint akan terlihat pada Software Manager. Catatan penting, meskipun Software Manager menggunakan repositori Flathub dan GNOME Apps, pengguna tetap dipersilakan untuk mengatur sendiri repositori yang ingin dipakai.

Software Manager Flatpak
Figure 1. Software Manager menampilkan paket-paket flatpak (linuxmint.com)

“Paket dan flatpak adalah dua hal yang sangat berbeda, tetapi di Software Manager, mereka akan ditampilkan dengan cara yang sama: mereka adalah aplikasi-aplikasi yang Anda instal,” tutur pengembang.

Seperti Software Manager GUI pada umumnya, Anda dapat mencari paket flatpak yang diinginkan lengkap dengan ulasannya dan tangkapan layarnya. Sebagai paket yang terisolasi dari lingkungan sistem Linux Mint, paket flatpak yang Anda pasang dapat terperbarui secara otomatis saat Anda login ke sistem. Tema yang dipakai paket aplikasi flatpak pun menggunakan Adwaita GTK. Untuk selanjutnya akan diubah ke tema Mint-X/Mint-Y, mungkin mulai versi Linux Mint 19. Kekurangannya, paket aplikasi flatpak yang Anda instal tidak akan muncul pada “Installed applications” dan tak akan diinstal langsung oleh Backup Tool saat proses restore aplikasi.

LMDE 3, Redshift, dan pembaruan XApps

Selain kabar menarik seputar implementasi Flatpak, pengembang memastikan akan merilis LMDE (Linux Mint Debian Edition) 3 dengan nama kode “Cindy”. Varian Linux Mint ini akan dibangun dengan basis Debian 9 Stretch dan akan hadir di kuartal pertama 2018 dengan desktop Cinnamon 3.8.

Linux Mint 18.3 pun akan membenamkan Redshift secara default yang bisa ditemukan di menu Accessories, memperbarui mintreport yang kini mampu mendeteksi dan memindai elemen komputer untuk menampilkan hal-hal yang relevan bagi pengguna, serta memperbarui XApps, khususnya Xed yang kini mendukung minimap dan Xreader yang mampu mendeteksi DPI monitor.

[wp_ad_camp_1]

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

1 comment on “Linux Mint 18.3 Bakal Terapkan Flatpak, Pengembang Siapkan Varian LMDE 3

  1. anan234 says:

    sayangnya kalau melakukan backup aplikasi dengan Backup Tool, yang flatpak belom bisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top