Distro Linux Mint

Linux Mint 18.1 “Serena” KDE dan Xfce Final Diluncurkan

Linux Mint 18.1 “Serena” KDE dan Xfce dirilis, sesuai rencana yang disampaikan pngembang beberapa waktu yang lalu.

Tak banyak pembaruan sejak versi Beta diluncurkan, Linux Mint 18.1 KDE hadir dengan desktop environment KDE Plasma 5.8 LTS, kernel Linux 4.4.0-53, linux-firmware 1.157.5, dan pembaruan Software Sources. Sedangkan Linux Mint 18.1 Xfce meluncur dengan menu aplikasi Whisker 1.6.2, pembaruan editor teks Xed, Xplayer, Xapps (Xviewer, Xreader, dan Libxapp), dan pembaruan pengaturan bahasa dan input.

Linux Mint 18.1

Linux Mint 18.1 “Serena” KDE

Keduanya pun sama-sama membawa pembaruan pada Update Manager dan artwork (kesenian) baik berupa pembaruan tema maupun wallpaper.

Linux Mint 18.1

Linux Mint 18.1 “Serena” Xfce

Bagi yang sudah menginstal Linux Mint 18.1 KDE dan Xfce Beta, Anda hanya perlu memencet tombol refresh di Update Manager untuk memutakhirkannya atau jika Anda ingin memutakhirkan dari Linux Mint 18, silakan ikuti tutorial di tautan ini.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

2 comments on “Linux Mint 18.1 “Serena” KDE dan Xfce Final Diluncurkan

  1. Syams Qomar says:

    Semangat pagi Admin, saya mau hijrah ke linux. Tapi saya bingung, ternyata linux ada Distro dan DE-nya.
    Tolong sarannya, di mana saya bisa dapat info perbedaan distro dan desktop environment-nya.

    1- Apa bedanya linux mint, ubuntu dll?
    2- Apakah kompatible dengan hardware saya?
    3- Saya menggunakan software yang tidak ada versi linuxnya, alternative linuxnya pun tidak ada. Bagaimana cara mengatasinya?

    1. Selamat datang mas ke dunia GNU/Linux 🙂

      1. Linux Mint, Ubuntu, Fedora, Slackware, dll itu distribusi GNU/Linux.
      Tentang ini, mas Syams Qomar bisa merujuk ke tulisan kang Ade Malsasa Akbar.
      Mengenai GNU: https://malsasa.wordpress.com/2016/04/08/apa-itu-gnu/
      Mengenai GNU/Linux: https://malsasa.wordpress.com/2016/04/04/apa-itu-gnulinux/

      Mengapa harus mengerti GNU dan Linux? Karena dengan mengerti keduanya, kita bakal tahu apa itu distribusi (distro) GNU/Linux.

      Yang membedakan distro-distro tersebut adalah siklus rilis, kebijakan pengembangan, dan aplikasi-aplikasi yang dibawanya (meski ini kebanyakan mengikuti DE yang dipakai).

      2. Mayoritas distro GNU/Linux menyediakan versi live yang dapat dibakar (burn) ke USB flashdrive atau ke CD/DVD dan bisa diboot tanpa perlu diinstal untuk memeriksa kompatibilitas perangkat keras kita.

      3. Ada Wine (http://winehq.org/). Wine bisa menjalankan beberapa (tidak semuanya) aplikasi Windows di GNU/Linux. Kalau mas Syams masih bergantung ke perangkat lunak yang belum ada padanannya di GNU/Linux, mending dual boot dengan Windows mas, jangan dipaksa. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top