Distro Mageia

Hampir Menuju Kandidat Rilis, Tim QA Mageia Uji Coba Upgrade dari Mageia 5 ke 6

Mageia

Sudah hampir dua tahun pengguna Mageia, distro GNU/Linux berbasis Mandriva, tidak mendapatkan pembaruan mayor. Mageia 5 meluncur pada 19 Juni 2015 disusul rilis minor Mageia 5.1 pada bulan Desember 2016. Rilis minor ini hanya berupa pembaruan ISO yang berisi paket-paket baru yang hadir sejak Mageia 5.

Beberapa bulan terakhir, pengembang disibukkan dengan menghadiri acara FOSDEM 2017 (Free and Open Source Developers’ Meeting), JDLL 2017 (Journées du Logiciel Libre), dan mengembangkan Mageia 6 — versi baru yang ditunggu-tunggu pengguna.

Status pengembangan Mageia 6

Bulan Maret lalu, Mageia 6 menginjak Stabilization Snapshot 2 (Sta2) dan selama beberapa pekan terakhir ia mendapatkan banyak pembaruan paket.

Menurut pengembang, Mageia 6 hampir memasuki fase RC (kandidat rilis), kini Cauldron (versi development Mageia yang siap menjadi versi 6) membawa GNOME 3.24.1, GTK+ 3.22.12, DNF 2.3.0 (yak Mageia 6 akan membawa DNF sebagai alternatif urpmi), Amarok 2.8.90, Godot 2.1.3, dan packagekit 1.1.5.

Kabar menarik lain, tim QA (Jaminan Kualitas) sedang sibuk menguji beberapa komponen yang berpotensi memunculkan masalah, termasuk memastikan proses pemutakhiran (upgrade) dari Mageia 5 ke 6 lancar. “[..] fokus utama adalah memastikan peralihan dari KDE4 ke Plasma 5 bekerja dengan baik dan tak ada masalah lain yang ditemukan,” ujar pengembang.

Saya merupakan pengguna Mageia. Kehadiran Mageia 6 saya anggap sangat menarik, karena banyak sekali pembaruan mayor yang semakin memanjakan para pengguna, lihat saja: Plasma 5 dan manajer paket DNF.

[wp_ad_camp_1]

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top