Distro Ubuntu

Demi Konsistensi, Ubuntu Siap Beralih Total ke Git

Git, sistem kontrol versi terdistribusi (DVCS), yang dibangun pertama kali oleh Linus Torvalds terlihat memenangkan “perang sistem kontrol versi”. Ia mengalahkan kepopuleran VCS terpusat CVS dan Subversion serta VCS terdistribusi Mercurial, Bazaar, Fossil, dll. Semakin banyak pengembang perangkat lunak bebas/merdeka dan open-source yang beralih ke Git untuk mengelola kode mereka.

Git

Ubuntu salah satunya.

Sudah cukup lama Ubuntu beralih ke Git. Namun, ini bukan berarti semua paket-paket yang dikelola sudah menggunakan Git. Sebagian besar (68%) pengerjaan pemaketan memang sudah memakai Git, hampir 20.000 paket. Tetapi, ada juga yang masih memakai Subversion (sekitar 2.000 paket), Bazaar (kurang dari 1.000 paket), dan sisanya menggunakan Mercurial, Monotone, Darcs, CVS. Sekitar hampir 6.000 paket tidak terdeteksi memakai CVS jenis apa. Grafiknya sila cek tautan ini.

Paket-paket Ubuntu dibangun berbasiskan Debian dan sebagian besar paket yang tidak dikelola dengan Git di atas adalah berasal dari Debian. Ubuntu ingin mengubah semua itu. Dalam laporan terbaru yang ditulis Robie Basak, Ubuntu berminat menjadikan semua paket yang mereka kelola menggunakan sistem kontrol versi Git. Ini untuk menjaga konsistensi, sehingga tidak ada kasus “untuk mendapatkan paket A harus menggunakan git, paket B harus menggunakan hg, paket C harus memakai svn, dst”.

Masih ingat dengan proyek UDD (Ubuntu Distributed Development)? Proyek peralihan ini akan berjalan seperti itu, bedanya UDD dulu ingin beralih total ke Bazaar, sekarang ke Git.

Saat ini, pengembang sibuk memproses peralihan ini dengan menyediakan perkakas pengubah paket source non-git ke Git, bahkan mereka juga membangun ekstensi tambahan yang dapat dijalankan dengan perintah git ubuntu …​ (ini masih eksperimental, masih cukup lama versi stabil dirilis).

Untuk menuju target peralihan ke Git, pengembang harus menyelesaikan dukungan shared object pada Launchpad, mendeklarasikan stabilitas hash pada commit git, dan memberbaiki beragam isu UX pengembang. Penjelasan panjang seputar hal ini bisa disimak di insights.ubuntu.com.

[wp_ad_camp_1]

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top