Distro DracOs Linux

Zico: Ini Beda DracOs Linux dengan yang Lain

DracOsBegitu banyak penggemar distro penetration testing (pentest) yang mengutarakan pertanyaan “Apa sih perbedaan antara distro DracOs Linux dengan Kali Linux, Backbox, Parrot, dan Backtrack?”

Mungkin ada perasaan geregetan, manajer proyek DracOs–Zico Ekel–menjelaskan perbedaan distro yang ia kembangkan dengan distro-distro pentest lain via tulisan di akun Facebooknya.

Menurut Zico, DracOs dikembangkan dari dasar (menggunakan Linux From Scratch), sedangkan distro lain merupakan distro hasil remaster atau distro yang dikembangkan dari basis sistem distro lain (turunan). Kali Linux merupakan distro berbasis Debian, Backbox berbasis Ubuntu, Parrot berbasis Debian, dan Backtrack berbasis Ubuntu.

Mengembangkan distro dari dasar menjadi sebuah tantangan, karena segala fitur dan kestabilan harus dikerjakan sendiri, tidak mengandalkan distro di atasnya. Misalnya distro Backbox yang mengandalkan kestabilan dari Ubuntu.

“Tapi justru itulah, kami berharap dapat memacu teman-teman linuxer setanah air untuk mengembalikan semangat ‘oprek’ dan membangun komunitas coder yang kreatif … bukan hanya sekedar pengguna.”

Dibandingkan dengan distro pentest lain yang lebih fokus menyediakan perkakas pentest, DracOs mengedepankan sisi edukasi; menggunakan command line, pemasangan paket aplikasi dari berkas tarball, mengerti penggunaan dependensi, dan mengerti dasar sistem operasi GNU/Linux. Selain itu distro ini juga mengajarkan reverse engineering.

“.. sehingga pengguna terbiasa bongkar pasang OS dan mengetahui apa yang dia pasang secara detail sehingga terhindar dari penyisipan-penyisipan malware.”

Perbedaan yang jelas dibanding distro pentest lain adalah distro DracOs dikembangkan oleh anak bangsa. Bisa dibilang, hingga kini, DracOs Linux adalah satu-satunya distro pentest yang dikembangkan oleh orang Indonesia, distro buatan negeri yang lain lebih ditujukan untuk pengguna kasual.

Saat ini, Zico bersama pengembang lain sedang mempersiapkan DracOs Linux v2 dengan nama kode “LEAK”.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top