Distro

Sistem Operasi CoreOS Berubah Nama Menjadi Container Linux

Container LinuxDi dunia GNU/Linux, ada satu distro populer yang berorientasi pada keamanan: CoreOS. CoreOS merupakan distro yang mulai dikembangkan pada bulan Oktober 2013 sebagai distro untuk lingkungan server dan cluster. Dengan distro CoreOS, Anda mampu membangun sistem kontainer cakap plus memeroleh pembaruan keamanan terkini.

Alex Polvi, salah satu pengembang utama CoreOS, baru saja memutuskan untuk mengganti nama distro ini menjadi “Container Linux by CoreOS”. Keputusan ini dipastikan sejak acara Tectonic Summit 2016 yang digelar awal bulan ini di New York City.

Satu alasan pokok mengapa pengembang melakukannya adalah CoreOS telah menjadi merek sebuah kepemimpinan dan pelayanan profesional untuk pelanggan dan komunitas alih-alih hanya sebuah merek produk.

“Jadi untuk membedakan perusahaan kami dari produk keseluruhan, kami menamai ulang CoreOS Linux menjadi ‘Container Linux by CoreOS’ dan memberikannya sebuah logo baru,” ujar pengembang.

Selain kabar mengenai penggantian nama, di acara Tectonic Summit 2016, mereka juga mengumumkan kehadiran Kubernetes 1.5.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top