Berita

ORB, Teknologi Aplikasi Portable untuk GNU/Linux

ORBDunia GNU/Linux terkenal dengan sistem instalasi program/aplikasi secara daring (online). Tentu fitur ini menjadi kelebihan sekaligus kekurangan sistem operasi ini.

Kekurangan yang dimaksud bisa dilihat di Indonesia. Di negeri ini, pengguna luring (offline) sangat banyak dan cara berpikir pengguna yang baru migrasi dari sistem operasi Windows pasti ingin menginstal aplikasi “sesederhana” menginstal aplikasi untuk Windows, seperti instalasi luring (offline) dengan berkas .msi atau .exe.

Teknologi berkembang. Seorang pengembang aplikasi GNU/Linux dari Indonesia–Nifa Dwi Kurniawan–mengembangkan ALLDEB, perkakas untuk membundel aplikasi bersama dengan dependensi-dependensinya supaya bisa diinstal secara luring (offline). ALLDEB bisa dipakai untuk sistem operasi berbasis Debian atau Ubuntu.

Tak ketinggalan, sistem operasi berbasis manajer paket RPM juga mendapatkan fitur seperti ALLDEB yang bernama nekorpm (dulu onerpm). Fadlun Akbar ingin membantu para pengguna luring (offline) Fedora supaya bisa menginstal paket aplikasi tanpa koneksi internet dan supaya pengguna bisa berbagi paket instalasi dengan pengguna Fedora lain.

Kini, kebutuhan pengguna berkembang lagi. Mereka ingin menjalankan aplikasi tanpa harus menginstal terlebih dahulu. Di Windows, kita mungkin terbiasa dengan penyedia aplikasi portable seperti portableapps.com, namun bagaimana dengan GNU/Linux?

Berterimakasihlah kepada OrbitalApps, penyedia aplikasi portable untuk sistem operasi GNU/Linux yang hadir di tengah-tengah kita.

Tentang ORB

Teknologi pemaketan aplikasi yang menjuluki diri sebagai “generasi baru aplikasi Linux” ini menyediakan ORB (Open Runnable Bundle) Launcher dalam bentuk berkas ISO. Berkas ISO inilah tempat aplikasi portable berjalan.

ORB Launcher bisa dijalankan dengan Disk Image Mounter atau hanya dengan bash saja. Ia merupakan berkas ISO dengan ORB Embedded Launcher (script shell) yang ditulis di header ISO. Ketika pengguna menjalankan berkas .orb, sistem operasi akan mengenali script bash tersebut dan kemudian menjalankannya. Script akan me-mount ISO dan menjalankan autorun di dalamnya. Yang kemudian disusul dengan berjalannya aplikasi portable di ISO tersebut.

Keunggulan ORB

Dalam situsnya, ORB menawarkan cara penggunaan aplikasi yang mudah, cepat, aman (PGP 4096 bits key), berukuran kecil (aplikasi terkompresi hingga 60%), portable (tanpa dependensi), dan open source.

Tidak hanya pada penggunaan PGP, sisi keamanan ORB juga sangat terjamin, di antaranya karena

  • penggunaan script bash, supaya kode dengan mudah dibaca, transparansi pun terjamin
  • penggunaan ekstensi .orb (aplikasi ORB hanya bisa dijalankan bila berkas tersebut berekstensi .orb)
  • ekstensi selalu terlihat (tidak bisa disembunyikan)
  • icon khas ORB (lingkaran biru) selalu ada untuk menghindari berkas malware yang disamarkan
  • berkas ORB mudah dibuka dan diinspect
  • pemeriksaan integritas berkas dengan SHA512 yang ditandatangani (sign)
  • penggunaan sudo -k untuk menonaktifkan cache credential
  • aplikasi selalu diperbarui
  • tidak berjalan sebagai root (ORB dijalankan dengan FUSE)
  • tidak berjalan dengan SUID
  • tidak dimount dengan SUID
  • dan lain sebagainya.

Keunggulan lain, sudah banyak aplikasi portable yang disediakan oleh OrbitalApps, termasuk Firefox, Thunderbird, VLC, dan GIMP.

Kekurangan

ORB baru berjalan lancar di distro Ubuntu.

Bagaimana? Menarik bukan? Dengan ORB Anda bisa “menginstal” aplikasi tanpa dipusingkan dengan dependensi dan Anda bisa membawa kemanapun aplikasi tersebut dengan flashdisk.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top