IGOS Nusantara

Intip Obrolan IGOS Nusantara di TVR Parlemen DPR RI

IGOS NusantaraAda bintang tamu yang menarik di acara Semangat Pagi, TVR Parlemen DPR RI tanggal 24 Maret yang lalu.

Acara yang mengangkat tema “Penghargaan Terhadap Inovator” ini menghadirkan Helmi Adam, Kepala Redaksi TVR Parlemen dan Nana Suryana, Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI. Nama terakhir yang saya sebut tentunya sudah tidak asing lagi bagi Anda. Yak, beliau adalah koordinator umum pengembangan sistem operasi IGOS Nusantara.

Di episode ini, Nana Suryana diberi kesempatan untuk menjelaskan salah satu inovasi anak bangsa yang berupa sistem operasi berbasis GNU/Linux.

“Kita sudah cukup lama mengembangkan dan membuat perangkat lunak untuk sistem operasi yang ditargetkan untuk pengguna di Indonesia. Sejauh ini kita kembangkan dengan cukup intensif, dengan rutin, sekarang (sudah menginjak) tahun ke 10.”

Di sini, beliau juga menyampaikan, IGOS Nusantara versi 12 akan dirilis pada tahun ini, tepatnya bulan Juli 2016.

“Tahun ini akan rilis versi 12.” Ujar Nana. “Kita jadwalkan bulan Juli 2016.”

Mengikuti tema yang diambil, salah satu masalah yang dialami oleh IGOS Nusantara adalah promosi yang kurang, sehingga tak banyak warga Indonesia yang tahu bahwa ada sistem operasi pengganti Windows mumpuni buatan lokal.

“Kenapa tidak populer? Karena tidak ada kampanye besar-besaran. Kenapa tidak ada kampanye besar-besaran? Karena pemerintah tidak menghargai ciptaan ini.” Kata Helmi. “Sebuah aplikasi software itu memang butuh pengenalan.”

Sudah menjadi masalah umum, pengguna gawai atau perangkat lunak terlalu nyaman dengan teknologi yang sudah ada sehingga tidak mau mencoba beralih ke teknologi alternatif yang tak kalah dengan teknologi sebelumnya. Dalam kasus ini, pengguna Windows yang sudah terlalu nyaman, tidak mau beralih ke sistem operasi lain yang tak kalah bagusnya. Padahal bila mereka mau mencobanya terlebih dahulu, dan memakainya sesering mungkin tentu akan terbiasa dan juga nyaman.

“Ternyata IGOS Nusantara kalau kita perhatikan, software itu mirip dengan Windows. Dan itu akan nyaman orang memakai, karena mudah.” Tambah Helmi.

Menurut Helmi, salah satu cara untuk meningkatkan persentase pengguna IGOS Nusantara adalah melalui politik atau regulasi di samping promosi.

Lalu apa yang sudah dilakukan oleh tim pengembang IGOS Nusantara untuk mempromosikan dan mengedukasi masyarakat mengenai sistem operasi ini?

“Di awal-awal ketika program ini diinisiasi, dan kemudian ada produk perangkat lunak yang namanya IGOS Nusantara itu di tahun 2007 sampai 2009 cukup bagus. Kementrian Negara Riset dan Teknologi dan Kemkominfo dahulu, cukup antusias melakukan penyebaran ini, tapi di tahun-tahun terakhir sudah berganti program.” Ungkap Nana. “Ada peralihan target tertentu yang ingin dicapai oleh lembaga tertentu.”

Selain itu, Nana Suryana juga memaparkan penurunan persentase pengguna IGOS Nusantara. Dan masalah ini lagi-lagi menyinggung promosi yang kurang.

“Yang tidak kita miliki, masalah promosi secara besar-besaran. ‘Oh ada IGOS Nusantara versi baru, ada tambahan ini, ada tambahan itu, bagus nih, langsung sudah bisa kita pakai.’ Nah itu yang kurang.”

Bahasan lain yang menarik adalah dana yang dipakai untuk mengembangkan IGOS Nusantara. Nana menyatakan bahwa dana pengembangan IGOS Nusantara lumayan dan bisa dipakai untuk merilis versi baru beberapa tahun ke depan.

Di negeri ini, IGOS Nusantara sudah dipakai oleh puluhan ribu komputer. Jumlah ini sebenarnya tak lebih dari 1 persen dari pengguna komputer di Indonesia. Nana mengaku punya impian pengguna IGOS Nusantara bisa mencapai 2 hingga 5 persen.

“Saya sebetulnya punya impian, wah kalau IGOS Nusantara bisa dipakai 2 sampai 5 persen pengguna di Indonesia itu sudah satu hal yang cukup bagus.”

Di Semangat Pagi ini, tak lupa juga diperlihatkan tampilan desktop IGOS Nusantara serta piagam yang diraih oleh Nana Suryana, termasuk piagam penghargaan sebagai pengembang perangkat lunak di Indonesia atas usahanya mengembangkan IGOS Nusantara serta mengenalkannya di 60 hingga 70 tempat.
IGOS Nusantara
Saat ditanya mengenai target utama IGOS Nusantara, Nana menjelaskan bahwa salah satu target IGOS Nusantara adalah SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) dengan IGN servernya, ini merupakan target besar. Tapi sayang, peraturan tidak menyebut IGOS Nusantara sebagai sistem operasi penunjang pembelajaran.

Helmi juga mengiyakan, sekolah merupakan pangsa pasar yang strategis. Ini merupakan tugas pemerintah untuk membuat regulasi penggunaan IGOS Nusantara sebagai sistem operasi standar, supaya pengguna mengenalnya dan merasa terbiasa.

Di acara ini, Nana Suryana juga memaparkan penggunaan IGOS Nusantara yang dipasang di USB Flashdisk, fasilitas Toko IGOS Nusantara, dan lainnya.

Untuk menonton video lengkapnya, Anda bisa melihatnya di bawah ini:

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top