Berita

Ini Dia Organisasi Populer Peserta GSoC 2016 dan Proyek yang Bisa Digarap

GSoC 2016Google Summer of Code (GSoC) adalah program internasional tahunan yang memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk berkontribusi di proyek FOSS (Free Open Source Software) selama musim panas. Bagi pemenang yang berhasil mengerjakan proyek yang diberikan oleh organisasi peserta GSoC, mereka akan mendapatkan hadiah berupa uang ribuan dollar (GSoC 2015 memberikan $5500).

Ada banyak organisasi FOSS populer yang mengikuti GSoC 2016, termasuk yang berhubungan dangan proyek GNU/Linux, BSD, maupun proyek free software lainnya. Berikut beberapa organisasi FOSS yang ikut GSoC 2016 dan proyek yang bisa dikerjakan oleh para pelajar.

Berhubungan dengan sistem operasi

1. GNU

Di GSoC 2016 ini, GNU ikut andil dengan menyediakan proyek GNU CLISP, GNU MediaGoblin, GNU Guix, The GNU Shepherd, GNU Guile, GNU Taler, GNUnet, Texinfo, GNUstep, Kawa, LibertyEiffel, Gnucap, GNU Hurd, dan GCC.

2. Linux Foundation

Linux Foundation mewakili beberapa proyek; LSB (Linux Standards Base), OpenPrinting, LLVMLinux, LAN Wireless 802.11, Driver Backport, kernel Linux, OpenBEL, SPDX, dan proyek lainnya.

3. Debian

Debian memberikan proyek-proyek menarik untuk GSoC 2016, di antaranya Continuous Integration (CI) untuk semua tool bioinformatic (seperti tool benchmark, pemaketan, dll), cross bootstrap, reproducible build untuk Debian dan free software pada umumnya, dan dukungan KLEE di Debile.

Selain itu, Debian juga menyediakan proyek tanpa coding, termasuk penjelasan mengenai Debian keyring, pembuatan strategi rekomendasi baru untuk AppRecommender, pembuatan OVMF untuk varian DFSG, dan pengintegrasian AppRecommender ke dalam manajer paket GUI.

4. Fedora

Beberapa proyek yang disediakan oleh Fedora yakni pengimplementasian Tinykdump, dan yang berhubungan dengan infrastruktur aplikasi web, termasuk CommOps, Fedora Hubs, Pagure. Untuk Fedora Atomic ada pengembangan container berhak super istimewa, layering paket Atomic Host, bootstrap dengan gpgcheck, peningkatan kemampuan untuk memonitor transaksi, notifikasi EOL, rpm-ostree, dukungan metalink untuk OSTree, penghapusan hak (privilege) untuk HTTP fetch, kpatch, pembaruan otomatisasi Atomic Host, dan satu proyek dokumentasi: Anerist.

5. openSUSE

Proyek untuk para pelajar peserta GSoC 2016 dari openSUSE cukup banyak, termasuk reproduksi ulang openSUSE build, perbaruan basis kode Machinery melalui Refactoring, perbaruan antar muka dan fitur admnistrator Portus, MirrorPinky, Portus LDAP, query engine untuk deskripsi sistem di Machinery, pemeriksaan gem terinstal dengan Machinery, meningkatkan pengalaman OSEM, implementasi fitur pembayaran tiket untuk OSEM, pembuatan docker OSEM, pengalihan Jangouts dari AngularJS, dukungan sesi rekaman untuk Jangouts, modul YaST alternatif, modul pemasangan Apache di YaST, dan antarmuka untuk libyui.

6. Gentoo

Gentoo juga menawarkan beragam proyek untuk peserta GSoC 2016 yakni dukungan Clang, D2CC, Eudev, ekstensi untuk Gentoo Wiki, Gentoo-GPG, dukungan Gentoo untuk oVirt – Engine dan Guest Agent, VDSM, pengembangan imapfw, kernelconfig, libebuild, local ebuild testing, improvisasi OpenRC, ekstensi Bugzilla baru untuk fitur pelaporan bug, pengalihan g-octave menggunakan framework g-sorcery, modul Puppet Gentoo, service untuk mengolah path dan upgrade, dukungan tag untuk Portage, vdb2, otomatisasi Machine Registry, stateless Gentoo minimal, dan CI untuk paket Gentoo.

7. FreeBSD

Banyak sekali proyek dari FreeBSD yang bisa dikerjakan oleh peserta GSoC, termasuk dukungan bhyve sebagai backend Vagrant VM, pengalihan musl libc, pengalihan sistem FreeBSD ke ponsel pintar, MicroBlaze, NIOS, OpenRISC, dan kernel fuzzing suite.

FreeBSD juga menyediakan proyek di bagian manajemen device, di antaranya entry link /dev ke node sysctl, dan desain ulang libdevq.

Selain itu dukungan untuk arsitektur PowerPC, ARM, MIPS, peningkatan dukungan CPU/board embedded, pemeriksaan sistem config, penyatuan RTOS/FreeBSD, fitur baru Ext2fs, implementasi UDF NetBSD, proyek CPU online/offline, penambahan driver mode target USB berbasis CTL, penambahan emulasi CD-ROM dan SCSI ke CTL, integrasi bhyve dan x86/iommu, model device HD-Audio di userspace untuk bhyve, dukungan bhyve di Apache CloudStack, fitur Xen netfront/netback, driver front-end USB, driver front-end SCSI, pengalihan proteksi Ethernet Ring, dan lainnya.

8. NetBSD

Varian BSD lain yang mengikuti GSoC 2016 adalah NetBSD. Beberapa proyeknya termasuk penyesuaian POSIX Test Suite, perbaruan automounter, dukungan dan integrasi ASDN NT dan asterisk, LED/LCD Generic API, pengembangan NetBSD/azure, OpenCrypto, penyatuan entropy terskala, driver PCI Userland, asynchronous I/O, pengalihan antrian page ke paralel, tickless NetBSD dengan timer resolusi tinggi, perbaruan inetd, pemeriksaan otomatisasi pustaka curses, upgrade secara live, dukungan multiple sistem VM Anita, pembuatan backend SQL, optimisasi find(1), porting launchd, dukungan binary RELRO, antarmuka alternatif sysinst, pembuatan u-boot, antarmuka web untuk NPF, tool verifikasi untuk NetBSD32.

Di sisi pemaketan (pkgsrc), proyek NetBSD menyediakan konfigurasi kontrol versi, dukungan spawn, otentifikasi meta-package server, pembaruan pkgin, standarisasi task instalasi, penulisan ulang pkg_comp, penambahan informasi dependensi untuk paket binary, dan tool pencarian dependensi.

9. Coreboot

Coreboot merupakan BIOS versi bebas. Organisasi ini menyediakan proyek test suite untuk maindboard beserta laporannya, dukungan coreboot untuk prosesor open source Berkeley RISC V, infrastruktur otomatisasi pemeriksaan kode, implementasi fitur advance, manajemen power coreboot ACPI 4.0 dan S3, Tianocore, panic room, infrastruktur config, infrastruktur untuk mengakses device block, init grafis native, flash tool untuk end user, dukungan konfigurasi yang tepat, penyediaan subsystem level logging di printk, console via SMBus, port ke qemu ARM64, penambahan U-Boot, menyediakan toolchain binary, proyek flashrom, SerialICE, dan ROM-O-Matic.

Berhubungan dengan pengguna akhir (end user)

Selain organisasi yang berhubungan dengan sistem operasi, ada pula organisasi populer yang berhubungan dengan end user. Di antaranya,

1. GNOME

Ada beberapa proyek yang ditawarkan GNOME, yakni dukungan audio tag dan ownCloud untuk gnome-music. Batch renaming, integrasi file dan manajemen berkas terkompresi untuk nautilus. Dukungan Google Photos untuk Gnome Photos. Penambahan framework fuzz-testing untuk LibRsvg. Fitur impor ekspor VM, dan SPICE untuk GNOME Boxes. Penyediaan lebih banyak metadata untuk GNOME Games. Peningkatan pencarian untuk GNOME Logs. Fitur pencarian dan peningkatan pengalaman pengguna untuk Polari. Pembaruan subsystem bookmark dan sinkronisasi sesi untuk GNOME Web. Fitur pemilihan certificate PKCS#11, sinkronisasi GNOME Maps dengan ownCloud, antarmuka plugin baru untuk Builder.

Antarmuka pengoreksian warna dan konfigurasi shortcut untuk Pitivi. Dukungan tiles vector map, fitur day & week untuk Calendar. Ada juga modernisasi GNOME Keysign dan dukungan gamepad untuk GNOME Games.

Aplikasi Builder mendapatkan lebih banyak proyek, termasuk penambahan fitur history dan mesin scripting untuk command bar, implementasi spell check, pencarian, dan replace, implementasi recycling worker-process, implementasi editor code-snippet, implementasi full-screen, implementasi perintah kustom, dan pengintegrasian fitur GNOME Terminal ke Builder.

2. The Document Foundation / LibreOffice

Aplikasi office suite bebas paling populer ini juga membuka “lapak” di GSoC 2016. Beberapa proyek yang bisa diambil para pelajar di antaranya pemecahan obyek god, optimasi SfxItemSet, penggunaan mekanisme pembaruan rolling Mozilla, penambahan fitur Visual Studio, penyatuan layout low level di HarfBuzz, LibreOffice (LO) online, LO untuk Android, infrastruktur untuk mendefinisikan toolbar dengan Glade, mengubah kotak dialog print, penambahan fitur ToC, kotak dialog karakter spesial, manajer template, area fill, style table, pembaruan penanganan AutoText, bibliography, me-review sidebar dan fungsinya, integrasi repositori template, dialog kustomisasi, pengubahan tool gallery, tema aplikasi, dukungan ODF di orcus, pembaruan VML, dan lain sebagainya.

3. KDE

KDE menyediakan proyek-proyek yang menarik untuk diikuti, termasuk proyek Calamares, Python interface refactor, dukungan Debian installer, dukungan LVM dan LUKS, digiKam, Gcompris, Minuet, LabPlot, KDE Partition Manager (KPM), Ark, KDevelop, layout keyboard, Kopete, Jabber, protokol IRC, Krita, Kdenlive, KStars, KWin, dukungan tablet Wacom di KWin/Wayland, Plasma, dan sebagainya.

4. Wine

“Emulator” untuk menjalankan aplikasi Windows di GNU/Linux ini mempersilakan peserta GSoC 2016 untuk ikut mengerjakan proyek-proyek Wine, termasuk implementasi editor resource/dialog, implementasi API D3DX9, Direct3D, implementasi perenderan D3DRM, implementasi parser CMD yang lebih kuat, pengalihan WineLib ke arsitektur baru, penerapan XACT sound dll, implementasi CommandBar di WineCE, peningkatan pengelolaan MIME, implementasi parser xmllite, antarmuka scripting Winetest, dan dukungan layout teks vertikal di DirectWrite.

Berhubungan dengan grafik dan multimedia

Selain organisasi yang berkecimpung di bagian end user pada umumnya, organisasi populer di bawah ini fokus di bagian end user, di area grafik dan multimedia.

1. Blender

Blender, yang berfokus di bidang 3D dan editor video, menyediakan cukup banyak proyek di GSoC 2016. Di antaranya, dukungan variabel focal length lensa kamera, rekonstruksi multi kamera, estimasi distorsi lensa dan kalibrasi grid, cycle denoiser, pembaruan perenderan network cycle, pembaruan standalone cycle, optimalisasi memori cycle, dukungan OpenSubdiv cycle, UDIM, dan contoh anti-aliasing.

Tidak hanya itu, ada juga akselerasi BVH, dukungan PTex, pembaruan fitur undo penggunaan memori untuk Mesh Data, tool pengeditan normal, tool pengeditan UV, pembaruan kurva bezier, dukungan impor ekspor untuk format berkas gITF, pembuatan API drawing OpenGL, pembaruan animasi mask, pengeditan mask dari compositor dan sequencer, penghapusan lower untuk modifier multires, sequencer rialtime playback, pembaruan player animasi standalone, manajer paket, pembaruan penanganan thread node compositor, dukungan trackpad, smooth scrolling, dan multitouch, serta User Coordinate Spaces (UCS).

2. Inkscape

Organisasi dan perangkat lunak desain grafis ini menyediakan proyek dukungan CSS yang lebih baik, Development Project Management System, item toolbar slice, dukungan SVG 2 Text, dan struktur data untuk fitur seleksi yang lebih baik.

3. VLC

Seperti Inkscape, tak banyak proyek yang disediakan oleh VLC. Di GSoC 2016, VLC menyediakan VideoLAN Movie Creator (VMC) untuk dikerjakan oleh peserta GSoC 2016, beberapa hal yang bisa mereka kerjakan di antaranya implementasi sinkronisasi Audio/Video, plugin libvlcpp dan medialibrary, fitur impor/simpan/dari layanan cloud, antarmuka remote, dan Unit test.

4. X.Org

X.Org membawa proyek-proyek untuk GSoC 2016, seperti dukungan core-apitrace untuk menghitung performa, pengalihan OpenMAX state tracker di Mesa/Gallium ke Tizonia, penerapan fitur presentasi di VDPAU state tracker, dukungan dua presisi untuk floating point, MSSA, texture tiling, instruksi scheduler, decoding video Maxwell, encoding video Kepler, dan DRM Kernel Janitor.

5. Wayland

Di GSoC 2016, Wayland memiliki “lapak” sendiri, dengan membawa proyek yang siap dikerjakan peserta, yakni penggunaan ekstensi presentasi sebagai backend, peningkatan keamanan libwayland-client, pengembangan tool pemeriksaan backward-compatibility protokol Wayland, penambahan manajemen output Weston, Weston demo client, penambahan dukungan DRM/Pixman di Weston untuk beragam device KVM, hapus penggunaan cairo-egl di aplikasi demo Weston, Weston test suite, dan pencabutan limitasi GL_MAX_TEXTURE_SIZE dari GL-renderer Weston.

6. FFmpeg

Tool multimedia berbasis CLI ini menyediakan proyek pembuatan fuzzing testsuite, dukungan frame FFv1 P, encoder MPEG-4 ALS, implementasi Hardware Acceleration API Software/Tracing, pembaruan MXF Demuxer, filter VDPAU, encoder TrueHD, pembaruan Selftest, pembaruan dan pembersihan swscale, interpolasi di libavfilter, DICOM, pembaruan tee muxer, pembaruan Closed Caption, decoder AAC, VC-1 interlaced, dukungan JPEG 2000, H.264 MVC, subtitle, dan optimasi postproc.

Berhubungan dengan pemrograman

Cukup banyak organisasi atau foundation di balik bahasa pemrograman dan tool pendukungnya yang menjadi peserta GSoC 2016. Berikut daftar organisasinya dan proyeknya.

1. Eclipse

Beberapa proyek yang disediakan antara lain pada bagian Package Drone; implementasi adapter repositori baru, pembuatan API berbasis REST, mirror artifacts di penyimpanan cloud, mengumpulkan dan menyimpan metric untuk artifacts, dan penerapan indeks sekunder. Di bagian EASE; tambahan dukungan untuk menandai dan memverifikasi script, serta dukungan kata kunci script generic. Di bagian Vorto; tool Graphical IoT System Modelling berbasis web dan editor untuk mendeskripsikan device IoT berbasis web.

Selain itu ada pengenalan chemical pattern di ChemClipse. Integrasi dengan Physical Web dari Google di Eclipse SmartHome. Di EMF Forms; Editor untuk UI schemata berbasis web dan integrasi backend dengan OpenAPI. Di Eclipse CHE; ada pemrograman pair dan dukungan JUnit dan TestNG test runner.

2. Git

Version Control System ini mengijinkan para pelajar untuk mengerjakan beberapa proyek, anatara lain pengembangan konfigurasi yang lebih ketat dan eksekusi hook berdasarkan kepemilikan berkas, implementasi “git apply –fix-mta-corruption”, pembaruan git bisect, pembaruan git rebase, pembaruan “git config –unset”, pengenalan threading untuk men-checkout codepath, memperbaiki fitur merge conflict, konversi script ke builtin, pengalihan optimalisasi kreasi packfile ke libgit2, git server framework, git mode pemula, dan fitur remote whitelist/blacklist.

3. Ruby

Bahasa pemrograman berlogo batu ruby ini menyediakan beberapa proyek untuk GSoC 2016 di area MRI (Mat Ruby Interpreter), JRuby, RubyGems, Bundler, OpenSSL, Krypt, Sidekiq, Adhearsion, nio4r, Celluloid, Lattice & Reel, Rails, dan Cap’n Proto.

4. LLVM

Tak ketinggalan, “pesaing” GCC ini menyediakan proyek untuk digarap di GSoC 2016, termasuk deskripsi factor out target, implementasi bug code cleanup, penambahan program ke llvm-test testsuite, tes kompilasi program, benchmark dengan compiler LLVM, fitur statistik benchmark dan sistem peringatan, improvisasi output laporan, pelebaran area representasi LLVM intermediate, analisis pointer dan alias, optimalisasi profile-guided, code compation, analisa dan transformasi baru, pembaruan generator kode, dan lainnya.

5. Python

Seperti Ruby, bahasa pemrograman ini memiliki sub proyek yang bisa dikerjakan untuk GSoC 2016, yakni proyek Dipy, Mercurial, MNE-Python, MyHDL, dan PySAL.

Penjelasan mengenai GSoC 2016 dan daftar lengkap organisasi peserta bisa dilihat di laman Google Summer of Code.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top