Komunitas

Berkenalan dengan Sinau Development (SinauDev), Belajar Lewat Telegram

Hari ini Kabar Linux menyediakan rubrik baru: Komunitas/organisasi. Rubrik ini akan menyediakan informasi seputar komunitas/organisasi yang berhubungan dengan GNU/Linux baik komunitas/organisasi daring maupun luring. Belum akan ditulis secara rutin, namun semoga Kabar Linux bisa terus berusaha memperbarui rubrik dan mampu mengenalkan lebih banyak komunitas/organisasi.
Sinau Development
Penulis beruntung, sebagai debut perkenalan rubrik baru, penulis akan memperkenalkan organisasi daring SinauDev.

Menurut blog resminya, SinauDev atau Sinau Development adalah tempat untuk belajar hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak. Nama “Sinau Development” itu sendiri membawa dua arti menarik. “Sinau” yang berarti “belajar” dalam bahasa Jawa dan “Development” yang berarti “membangun/mengembangkan”. Nama yang cukup terang untuk menjelaskan secara singkat fungsi organisasi kepada khalayak.

Berbeda dari organisasi lain yang menggunakan media sosial sebagai sarana diskusinya, SinauDev memanfaatkan grup Telegram yang bisa diakses di tautan telegram.me/sinaudev. Anggota bisa berdiskusi tentang hal apapun termasuk tentang Linux, pengembangan perangkat keras dan lunak, jaringan, maupun keamanan.

Bincang pendek dengan penggawa

Supaya lebih kenal dekat dengan SinauDev, hari ini penulis menghubungi penggawa SinauDev, Aan Wahyu.

KL: Kabar Linux
AW: Aan Wahyu

KL: Selamat siang mas Aan Wahyu. Boleh kenalan nih, siapa sih Aan Wahyu dan sebagai apa di komunitas SinauDev?

AW: Siang mas Ramdziana F Y. Saya Aan Wahyu, Hanya seorang penyuka Wayang (terutama Wayang Golek) dan penggiat Open Source serta penikmat dan pembuat puisi. Untuk saat ini saya bekerja sebagai Software Developer dan ikut berkontribusi pada beberapa open source project. Saya sendiri tertarik dengan Research Development dan Non-Profit Organization. Di Sinau Development, saya hanya sebagai penggerak dan penyedia sarana saja. Mungkin bisa juga sebagai Founder kalau secara resmi.

KL: Bagaimana organisasi SinauDev terbentuk?

AW: Sinau Development terbentuk atas diskusi dengan beberapa teman komunitas yang saya ikut andil di dalam nya. Karena komunitas tersebut sudah off, jadi saya tertarik untuk membangun kembali dengan konsep yang berbeda. Saya hanya ingin memudahkan orang-orang (terutama yang masih muda) dan mempunyai semangat yang tinggi untuk belajar. Karena saya merasakan masa di mana sangat sulit mencari materi dan sarana ketika semangat belajar lagi tinggi-tingginya. Mungkin om Ramdziana dan yang lain pun pernah mengalami masa itu, nah semoga dengan terbentuknya Sinau Development bisa lebih memudahkan baik itu materi dan sarana belajar. SinauDev ini non-profit organization, jadi saya pastikan semuanya gratis dan bukan untuk kepentingan komersial. Melainkan hanya untuk pembelajaran. Mungkin kita memulai dengan sarana Blog, nanti kedepannya berencana untuk membuat platform E-Learning sendiri.

KL: Menurut blog resminya, SinauDev menggunakan Telegram sabagi ajang diskusi. Mengapa lebih memilih Telegram dan bukan media sosial seperti grup Facebook?

AW: Betul, kita lebih memilih menggunakan Telegram dibandingkan dengan platform lain seperti facebook grup dan sebagainya. Mungkin karena Telegram sedang tren juga dan kita lebih aktif lewat telegram. Karena di sana kita bisa diskusi lintas grup tanpa harus repot. Jadi menurut saya Telegram merupakan pilihan yang tepat, walau enggak semua orang punya telegram sih.

KL: Untuk berkontribusi haruskah menggunakan Git? Bagaimana jika saya dalam perjalanan pulang dari Mars dan hanya membawa ponsel pintar ber-Android. Apakah saya harus pulang ke rumah lebih dulu baru mengirim tulisan via Git atau saya bisa mengirimkan tulisan saya lewat mode lain?

AW: Seperti yang sudah ada di panduan kontribusi memang harus menggunakan Git, karena disana kita melakukan kolaborasi tulisan dan lain-lain yang masih berhubungan dengan Sinau Dev. Sambil ingin memperkenalkan juga kalau kita bisa kolaborasi dalam membangun blog dengan mudah menggunakan Git. Sayangnya di Mars belum support signal untuk hape :p wah jangan kerumah dulu, soalnya jarak tempuh mars-bumi kan lumayan, nanti malah tua duluan haha. Bisa juga kirimkan materinya ke telegram.me/aancw atau sinaudev@gmail.com

Bergabung dan ikut berkontribusi

Siapa saja bisa bergabung. Pengguna hanya perlu membuat akun Telegram dan mengunjungi grup @SinauDev.

Seperti jawaban Aan Wahyu, Anda bisa mengirim tulisan untuk sinaudev.org dengan GitHub yang panduannya bisa Anda baca di sinaudev.org/panduan-kontribusi. Cara ini lebih diutamakan karena menganut aktivitas “sinau” itu sendiri. Tapi, ia juga tak menolak kalau ada kiriman tulisan lain melalui surel atau akun Telegram.

Semoga sukses SinauDev!

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top