Debian

Debian Ijinkan Pengguna Gunakan SysVinit

Pengguna distro Linux Debian kali ini bisa menggunakan SysVinit sebagai sistem init meskipun Debian sudah memakai systemd sebagai sistem init standar. Peryataan ini disampaikan oleh kepala proyek Debian.

Lucas Nussbaum menyatakan bahwa sebuah paket yang dinamakan systemd-shim telah dibuat untuk tujuan ini. Paket ini sudah tersedia di kanal testing dan akan tersedia untuk versi Jessie.

lucas nussbaum debian

Komite teknikal Debian memutuskan untuk mengganti sistem init standar dari SysVinit ke systemd Februari tahun ini. Hal ini menimbulkan banyak sekali protes dari para pengguna, alasan utama adalah karena systemd terlalu kompleks dan dianggap terlalu banyak mengambil alih proses yang berjalan.

“Masih dimungkinkan untuk memasang dan menggunakan SysVinit alih-alih systemd di Debian. Akan tetapi ada beberapa perangkat lunak di Debian (GNOME atau XFCE serta fitur manajemen power) butuh antarmuka yang disediakan oleh komponen systemd seperti systemd-logind”, ujar Nussbaum.

“Bagi pengguna yang ingin memakai SysVinit atau upstars sebagai PID 1, ada paket (systemd-shim) yang mampu berjalan tersimulasi antara komponen systemd seperti systemd-logind dan sistem init lain: GNOME/XFCE yang berkomunikasi dengan systemd-logind, dan kemudian berkomunikasi dengan systemd-shim (bukan systemd)”

Systemd-shim akan tersedia untuk Debian Jessie. Jessie merupakan versi terbaru Debian yang akan meluncur sekitar bulan November yang berarti paket systemd-shim akan tersedia setelah peluncuran tersebut.

Ramdziana adalah seorang narablog, pecinta kode, penggemar open source, pengguna GNU/Linux, dan penggemar Sherlock Holmes. Ikuti akun Twitter/Sebangsa @ramdziana
slot iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top